MEDAN, TOPINFORMASI.com– Dukungan terhadap pembinaan olahraga karate di Kota Medan dan Sumatera Utara mendapat energi baru. Pengurus Provinsi (Pengprov) Perguruan Shokaido Sumatera Utara menganugerahkan DAN Kehormatan kepada Ketua Umum KONI Medan, Aswindy Fachrizal, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusinya terhadap perkembangan Shokaido.
Penyematan DAN Kehormatan tersebut dilakukan langsung oleh tokoh sekaligus atlet senior karate Indonesia yang juga anggota Dewan Guru PB Shokaido, Sensei Meity J. Kaseger, di sela pelaksanaan Ujian Penyetaraan dan Kenaikan Tingkat DAN Shokaido Sumut di Hotel Saka, Kota Medan, Minggu (9/8/2026).
Penghargaan tersebut sekaligus menandai bergabungnya Aswindy sebagai bagian dari keluarga besar Shokaido Sumatera Utara. Penyematan sabuk hitam DAN itu diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perguruan karate dengan KONI Medan dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Bendahara Pengprov Shokaido Sumut, Jelly C Hasibuan, mengatakan pemberian DAN Kehormatan merupakan bentuk penghargaan atas kedekatan dan dukungan Aswindy terhadap keluarga besar Shokaido, baik di Kota Medan maupun Sumatera Utara.
Menurut Jelly, dukungan Aswindy selama ini tidak hanya diberikan dalam bentuk material, tetapi juga melalui dukungan moral terhadap berbagai kegiatan serta pembinaan atlet Shokaido.
“Kita memberikan penghargaan DAN kepada Ketua KONI Medan karena dari awal Ketua KONI Medan merupakan keluarga dari Shokaido Kota Medan bahkan Sumatera Utara. Dia sudah banyak memberikan support, baik itu material maupun moral,” ujar Jelly.
Jelly menjelaskan, dengan penyematan DAN Kehormatan tersebut, Aswindy secara resmi menyandang status sebagai bagian dari keluarga besar Shokaido. Ia berharap Aswindy dapat menjadi panutan sekaligus memberikan motivasi bagi para karateka yang berada di bawah naungan Shokaido Sumatera Utara.
“Dengan adanya penyematan DAN sabuk hitam kepada Ketua KONI Medan, berarti dia resmi menyandang gelar sebagai Sensei. Sensei ini adalah guru, jadi bisa menjadi panutan bagi kita semua yang ada di Shokaido Sumatera Utara,” katanya.
Selain menjadi panutan, Jelly berharap keberadaan Aswindy di lingkungan Shokaido dapat memperkuat sinergi antara perguruan, pembinaan olahraga dan KONI Medan.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya semakin banyak atlet karate potensial yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
“Kita berharap kepada Sensei Aswindy bisa terus memberikan support dan motivasi sehingga atlet kita bisa terus berkembang. Dengan adanya seperti itu, kita bisa terus berkontribusi dalam menciptakan atlet-atlet berprestasi, baik di kancah nasional maupun internasional nantinya,” ungkap Jelly.
Dalam kesempatan itu, Aswindy Fachrizal mengaku bangga dan senang setelah menerima DAN Kehormatan dari Shokaido Sumatera Utara.
Namun, menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol apresiasi. Lebih dari itu, DAN Kehormatan menjadi tanggung jawab baginya untuk ikut membesarkan Shokaido, khususnya di Sumatera Utara.
“Saya senang, artinya kita diberikan DAN Kehormatan ini suatu kebanggaan. Kita merasa bertanggung jawab untuk membesarkan perguruan Shokaido, khususnya di Sumatera Utara,” ujar Aswindy.
Ketua Umum KONI Medan itu juga berharap Shokaido mampu melahirkan lebih banyak atlet potensial yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Medan dan Sumatera Utara dalam berbagai kejuaraan.
Ia menilai pengembangan dojo di berbagai wilayah menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas pembinaan sekaligus menemukan bibit-bibit karate berpotensi.
“Bagaimana atlet-atlet bisa lahir dari Shokaido yang bisa membanggakan Kota Medan dan Sumatera Utara nantinya,” katanya.
Aswindy bahkan mendorong Shokaido agar berkembang menjadi salah satu perguruan karate besar di Kota Medan. Salah satu target yang ingin diwujudkan adalah terbentuknya dojo Shokaido di setiap kecamatan.
“Harapannya Shokaido ini bisa menjadi perguruan besar seperti perguruan-perguruan lainnya. Dojo-dojo bisa terbentuk di setiap kecamatan di Kota Medan,” ungkapnya.
Menurut Aswindy, keberadaan dojo di setiap kecamatan akan membuka akses pembinaan yang lebih luas, terutama bagi anak-anak dan generasi muda yang memiliki minat terhadap olahraga karate.
Dari dojo-dojo tersebut, proses penjaringan dan pembinaan atlet dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga menemukan karateka yang memiliki potensi untuk mengukir prestasi.
“Saya yakin dan optimistis Shokaido ini bisa besar di Kota Medan. Khususnya nanti kita koordinasi agar setiap kecamatan ada dojo-dojonya, karena kita bisa mengambil pembinaan-pembinaan dari dojo-dojo untuk atlet berprestasi,” pungkasnya.
Dengan dianugerahinya DAN Kehormatan kepada Ketua KONI Medan, Shokaido Sumatera Utara berharap dukungan terhadap pembinaan karate semakin kuat. Target besarnya bukan hanya memperluas keberadaan perguruan, tetapi juga mencetak atlet-atlet yang mampu membawa nama Medan dan Sumatera Utara ke panggung prestasi nasional hingga internasional.





