Evakuasi Tuntas, Polisi Dalami Dugaan Kebocoran Pipa Gas di Balik Ledakan Maut Grand Polonia

MEDAN, TOPINFORMASI.com –

Operasi pencarian dan evakuasi korban runtuhnya bangunan akibat ledakan di Komplek Grand Polonia, Jalan Perhubungan, Kecamatan Medan Polonia, resmi berakhir. Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh enam korban, sementara penyidik masih mengusut penyebab pasti ledakan yang diduga berkaitan dengan kebocoran pipa gas bawah tanah.

Korban keenam sekaligus korban terakhir ditemukan pada Selasa (21/7) sekitar pukul 18.00 WIB di lantai dua bangunan yang mengalami kerusakan paling parah. Korban berjenis kelamin perempuan tersebut langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan korban terakhir merupakan korban ketiga yang ditemukan pada hari yang sama, setelah dua korban lainnya berhasil dievakuasi pada subuh dan siang hari.

“Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian dan evakuasi resmi kami nyatakan selesai,” ujarnya.

Dari enam korban yang berhasil dievakuasi, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dua korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan satu korban selamat tanpa mengalami luka serius.

Salah satu korban meninggal yang telah berhasil diidentifikasi adalah Jesika, istri pemilik rumah. Sementara dua korban meninggal lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Selama proses evakuasi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, Brimob, TNI, pemerintah daerah, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), serta tim ahli dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bekerja secara terpadu. Alat berat turut dikerahkan untuk membongkar puing-puing bangunan demi mempercepat pencarian korban.

Usai seluruh korban ditemukan, petugas melanjutkan penyisiran akhir guna mencari barang bukti tambahan. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi, mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta mengumpulkan berbagai temuan yang kini masih dianalisis.

BACA JUGA  Sengketa Yayasan APIPSU Berlanjut, Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Minimnya Respons Mediasi

Hasil investigasi awal bersama Puslabfor dan tim ahli mengarah pada dugaan adanya kebocoran pipa gas bawah tanah di kawasan perumahan tersebut. Indikasi itu diperoleh setelah pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas menunjukkan adanya kandungan gas di lokasi ledakan.

Meski demikian, kepolisian menegaskan dugaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab utama. Penyidikan masih terus dilakukan untuk memastikan sumber ledakan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun tindak pidana yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia serta kerusakan parah pada bangunan dan sejumlah rumah di sekitarnya.

Hingga proses penyelidikan selesai, garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi forensik dan olah tempat kejadian perkara lanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER