JAKARTA, TOPINFORMASI .com– Polri terus memperkuat kapasitas personel dalam menghadapi perkembangan kejahatan digital yang kian kompleks melalui dialog penguatan internal bertajuk “Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital” yang digelar secara hybrid di Jakarta Selatan.

Kegiatan yang diinisiasi Divisi Humas Polri itu menjadi wadah peningkatan kemampuan penyidik dan personel Polri dalam memahami pola serta modus kejahatan digital, khususnya love scamming yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi.

Kepala Bagian Kemitraan Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan transformasi digital telah melahirkan berbagai bentuk kejahatan baru yang memerlukan kesiapan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya aparat penegak hukum.

“Perkembangan digital tentu sudah semakin berkembang dengan modus operandinya. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita semua, tidak hanya Polri tetapi juga para pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama bersinergi dalam mencegah maupun menangani kasus-kasus yang terkait dengan love scamming,” ujar Hadi.

Mantan Kabid Humas Polda Sumatera Utara itu menjelaskan, dialog tersebut dirancang sebagai forum untuk memperkuat pengetahuan, wawasan, serta kompetensi penyidik Polri agar semakin adaptif dan profesional dalam menangani berbagai bentuk kejahatan di ruang digital.

“Dialog publik yang kita bangun ini adalah untuk meningkatkan kapasitas penyidik-penyidik Polri, baik pengetahuan maupun wawasan dalam membangun kemampuan menghadapi kejahatan-kejahatan di ruang digital,” katanya.

Dalam upaya memperkaya perspektif penanganan perkara, Divisi Humas Polri menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), serta psikolog forensik.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif, mulai dari aspek penegakan hukum, perlindungan korban, hingga pendekatan psikologis dalam penanganan kasus love scamming.

Melalui kegiatan ini, Polri berharap seluruh personel semakin siap menghadapi tantangan kejahatan digital yang terus berkembang sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ruang digital yang aman dan terlindungi bagi masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini