Satu Dekade Terakhir, Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Tersisa 12.410 Individu

MEDAN ,TOPINFORMASI.com

Populasi orangutan di Pulau Sumatera terus mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan hasil penelitian periode 2021–2023, jumlah orangutan Sumatera (Pongo abelii) tercatat sebanyak 11.694 individu, sedangkan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) hanya tersisa 716 individu. Total populasi kedua spesies endemik tersebut kini mencapai 12.410 individu.

Data tersebut disampaikan Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, saat membuka Seminar Nasional Refleksi Satu Dekade Konservasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli Secara Kolaboratif di Medan, Sabtu (18/7).

“Orangutan Sumatera dan orangutan Tapanuli merupakan satwa endemik kebanggaan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera. Mereka bukan hanya kekayaan hayati, tetapi juga indikator kesehatan ekosistem hutan sehingga menjadi prioritas nasional untuk dilestarikan,” kata Rohmat.

Ia mengungkapkan, dibandingkan data yang dipublikasikan pada 2011, populasi kedua spesies orangutan tersebut mengalami penurunan sekitar 19,5 persen. Menurutnya, kondisi orangutan Tapanuli menjadi perhatian serius karena habitat utamanya berada di kawasan Batang Toru yang menghadapi berbagai tekanan.

“Kerentanan ekosistem Batang Toru harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Rohmat menjelaskan, fragmentasi habitat menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya populasi orangutan. Selain itu, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat juga berdampak terhadap kelestarian habitat satwa tersebut.

“Di ekosistem Batang Toru terjadi banjir dan longsor yang memengaruhi habitat orangutan, bukan hanya di dalam kawasan hutan tetapi juga di areal penggunaan lain,” katanya.

Ia menegaskan, upaya konservasi orangutan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pasalnya, habitat orangutan tidak hanya berada di kawasan hutan konservasi, tetapi juga tersebar di areal penggunaan lain (APL).

Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah pengembangan model pengelolaan kawasan preservasi di berbagai jenis kawasan, mulai dari hutan produksi, hutan lindung, perhutanan sosial, lahan milik masyarakat hingga kawasan hak guna usaha (HGU).

BACA JUGA  Dokter Tifa Ditangkap Saat Ikuti Ujian S3 FKUI, Tim Hukum Pertanyakan Dasar Penangkapan

“Intinya, kita mendorong manusia dapat hidup berdampingan dengan orangutan. Orangutan tidak mengancam keselamatan manusia, sehingga harmoni itu harus terus dibangun,” ujarnya.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, mengatakan pihaknya terus menjalankan berbagai program pelestarian, antara lain pengelolaan habitat, penataan zonasi, pencegahan perburuan, penegakan hukum, rehabilitasi ekosistem dan koridor satwa, peningkatan kesadaran masyarakat, serta monitoring, penyelamatan (rescue), dan reintroduksi orangutan.

“Komitmen satu dekade ke depan adalah tanpa kompromi. Menyelamatkan orangutan Sumatera dan orangutan Tapanuli bukan lagi sekadar program sektoral, tetapi misi kolaboratif untuk menjaga sistem penyangga kehidupan bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara, Heri W. Marpaung, menyebutkan luas tutupan hutan di provinsi tersebut saat ini tersisa sekitar 1,1 juta hektare. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata dia, berupaya mempertahankan kawasan hutan agar tidak beralih fungsi.

“Saat ini kami terus berupaya agar status kawasan hutan tetap dipertahankan dan tidak berubah fungsi,” ujarnya.

Ketua Yayasan Ekosistem Leuser (YEL), Kusnadi Oldani, mengapresiasi Kementerian Kehutanan yang merilis data terbaru populasi orangutan setelah satu dekade.

Menurutnya, data tersebut bukan sekadar menjadi catatan perkembangan populasi, tetapi juga menjadi dasar untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun langkah-langkah konservasi pada dekade berikutnya.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi bagian dari perjalanan konservasi orangutan di Sumatera,” kata Kusnadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER