Berita UtamaHukumSumatera Utara

Sidang Kasus Kematian Reza Pahlevi dan Yakub Kembali Ditunda, Keluarga Korban Kecewa

13
×

Sidang Kasus Kematian Reza Pahlevi dan Yakub Kembali Ditunda, Keluarga Korban Kecewa

Sebarkan artikel ini

LABUHAN DELI, TOPINFORMASI.com. — Persidangan perkara dugaan pembunuhan terhadap Reza Pahlevi dan Yakub di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Labuhan Deli, Selasa (11/8/2026), kembali ditunda.

Penundaan tersebut membuat keluarga kedua korban mengaku kecewa. Mereka mengatakan telah beberapa kali datang ke pengadilan dengan harapan perkara segera diperiksa dan proses hukum dapat mengungkap fakta mengenai kematian kedua korban.

Ibu Reza Pahlevi, Rosliana, mengatakan keluarga merasa lelah harus berulang kali datang ke pengadilan.

“Kasus ini dimain-mainkan terus, Pak. Tengok, bolak-balik kami datang. Sudah tiga kali kami ke sini. Kecewa, kecewa, kecewa terus,” ujar Rosliana.

Menurut Rosliana, kedatangannya ke pengadilan bukan untuk mencari perlakuan khusus, melainkan memperjuangkan keadilan bagi anaknya.

“Kami minta keadilan. Karena ini pembunuhan berencana. Reza Pahlevi dijemput dari rumah dalam keadaan sehat, kemudian langsung dibawa ke hutan. Anak saya dibunuh,” katanya.

Rosliana berharap perkara tersebut diperiksa secara menyeluruh sehingga seluruh fakta dapat terungkap di persidangan.

Ibu Yakub Pertanyakan Luka pada Anaknya

Kekecewaan juga disampaikan Siti, ibu almarhum Yakub. Sambil menahan tangis, Siti meminta agar proses hukum terhadap para terdakwa berjalan secara adil.

“Saya berharap diterapkan hukum yang sebenarnya, Pak. Jangan begini. Nggak adil ini namanya,” ujar Siti.

Siti mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Yakub mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.

“Kepalanya kena bacok tiga kali, kena tonjok pakai besi. Banyak kali badannya mengalami luka. Badannya juga diikat pakai tali,” ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan tuduhan yang disebut dialamatkan kepada anaknya.

“Kalau memang anak kami dituduh mencuri, mana buktinya? Kenapa Yakub dibunuh dengan sangat sadis?” katanya.

Siti menyebut Yakub sehari-hari bekerja sebagai koki. Ia berharap seluruh dugaan yang berkaitan dengan perkara tersebut dapat diuji berdasarkan bukti dan fakta di persidangan.

“Kami ini orang susah. Kami datang hanya untuk minta keadilan buat anak kami,” ujarnya.

Anak-anak Yakub Disebut Masih Trauma

Istri Yakub mengatakan suaminya dijemput dari rumah dalam kondisi sehat. Setelah itu, keluarga mendapat kabar bahwa Yakub berada dalam kondisi koma hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

Menurutnya, kematian Yakub meninggalkan luka bagi keluarga, terutama anak-anak mereka.

Ia menyebut anak-anaknya masih sering menangis dan mengalami trauma setelah kehilangan ayah.

“Kami berharap proses hukum tidak hanya berjalan secara formal, tetapi benar-benar mampu mengungkap fakta sebenar-benarnya mengenai kematian suami saya,” katanya.

Ia juga berharap persidangan tidak kembali ditunda.

“Kami tidak minta perlakuan khusus. Yang kami harapkan keadilan. Janganlah kasus persidangan suami saya terus ditunda-tunda, karena kami orang nggak punya,” ujarnya.

Keluarga Minta Kajati Sumut Mengawasi

Atas kondisi tersebut, keluarga Reza Pahlevi dan Yakub meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) memberikan perhatian dan pengawasan terhadap proses hukum perkara tersebut.

Keluarga berharap persidangan berjalan transparan dan objektif serta seluruh fakta mengenai kematian kedua korban dapat terungkap.

“Kami minta para terdakwa dihukum berat, hukuman mati atau seumur hidup,” kata keluarga.

Namun, seluruh tuduhan dan dugaan dalam perkara tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses persidangan berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Bagi keluarga korban, perjuangan mereka disebut sederhana, yakni memperoleh keadilan bagi Reza Pahlevi dan Yakub serta memastikan perkara tersebut diproses secara transparan sesuai hukum.

(Syahdan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *