EkonomiPolitikSosialSumatera Utara

Rommy Desak Wali Kota Evaluasi Lurah, Kepling dan Pendamping PKH Polonia

59
×

Rommy Desak Wali Kota Evaluasi Lurah, Kepling dan Pendamping PKH Polonia

Sebarkan artikel ini

MEDAN , TOPINFORMASI.com— Sorotan terhadap pelayanan sosial di Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, mencuat setelah Anggota DPRD Kota Medan, Rommy Van Boy, menemukan seorang lansia berusia 83 tahun bernama Salmiah hidup sebatang kara dan dalam kondisi memprihatinkan.

Rommy mendesak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengevaluasi kinerja Lurah Polonia Fitra Azmayanti Nasution, Kepala Lingkungan (Kepling) Jalan Starban Gang Famili serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang menangani wilayah tersebut.

Desakan itu mencuat setelah Salmiah, yang disebut memiliki keterbatasan fisik dan kesulitan berjalan, justru dihadirkan ke kantor lurah untuk menerima bantuan berupa beras, gula dan telur.

Menurut Rommy, kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian serius. Ia menilai penyaluran bantuan kepada lansia dengan keterbatasan fisik seharusnya dilakukan dengan mendatangi langsung kediaman penerima.

“Seharusnya, kalau mau menyerahkan bantuan, pihak kelurahan dan jajarannya serta pendamping PKH mendatangi kediaman Salmiah. Bukan sebaliknya mengundang dia datang ke kantor lurah,” ujar Rommy, Selasa (11/8/2026).

Soroti Foto Salmiah di Status WhatsApp

Rommy juga menyoroti unggahan foto Salmiah ketika menerima bantuan di Kantor Lurah Polonia yang, menurut dia, diposting oleh pendamping PKH berinisial DRJ melalui status WhatsApp.

Rommy menyebut unggahan tersebut disertai tulisan yang intinya menyatakan bahwa persoalan bantuan tidak perlu diviralkan karena semuanya membutuhkan proses.

Menurut Rommy, sikap tersebut justru tidak tepat dan seharusnya menjadi bahan evaluasi terhadap petugas yang menangani pelayanan sosial.

“Nah, ini kan bebal namanya. Sudah lalai, tapi tak mau mengakui kesalahannya,” kata Rommy.

Ia menilai unggahan tersebut tidak semestinya muncul dari seorang petugas yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat, khususnya penerima bantuan sosial.

Rommy pun meminta Wali Kota Medan mengevaluasi seluruh jajaran terkait di Kelurahan Polonia.

“Itulah sebabnya saya katakan tadi, wali kota harus mengevaluasi perangkatnya di Kelurahan Polonia. Sebab, aparat seperti inilah yang meruntuhkan wibawa serta harkat dan martabat Wali Kota Medan yang dikenal dengan slogannya ‘Medan untuk Semua’,” tegasnya.

Rommy mengingatkan, jika persoalan pelayanan terhadap warga rentan dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Medan dapat tergerus.

Temukan Lansia Hidup Sebatang Kara

Sebelumnya, Rommy bersama tim mendatangi kediaman Salmiah di Jalan Starban Gang Famili Nomor 90, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (9/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Rommy berdialog langsung dengan Salmiah sekaligus melihat kondisi rumah dan kehidupan sehari-harinya.

Di hadapan Rommy, Salmiah mengaku selama ini hidup seorang diri. Ia menyebut keluarganya hanya tersisa cucu-cucu yang menurut pengakuannya tidak pernah datang menjenguk.

“Saya hidup sebatang kara. Keluarga hanya tinggal cucu-cucu, itu pun tak pernah mau datang melihat saya,” ujar Salmiah.

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Salmiah mengaku masih mengandalkan bantuan dari tetangga.

“Kalau makan tiap hari, dari tetangga, Pak,” katanya.

Meski hidup dalam keterbatasan, Salmiah tetap menyambut kedatangan Rommy dan timnya dengan santun.

Ia bahkan disebut masih rutin memenuhi kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas rumah yang ditempatinya.

Rommy Janji Fasilitasi Bantuan

Rommy menilai kondisi Salmiah menunjukkan masih adanya warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah.

“Ya, tadi sudah kita lihat sendiri ada saudara kita, orang tua kita, nenek kita yang butuh uluran tangan karena kondisinya sangat memprihatinkan. Ia sudah tidak bisa bekerja lagi karena usianya,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan Salmiah tidak hanya berkaitan dengan kondisi tempat tinggal, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar.

“Untuk makan saja pun ia berharap dari belas kasihan tetangganya. Namun yang lebih miris lagi, orang yang sangat-sangat layak mendapatkan pertolongan ini sama sekali tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” kata Rommy.

Rommy kemudian menyatakan akan memfasilitasi Salmiah agar memperoleh akses terhadap berbagai program bantuan sosial pemerintah.

Sebagai langkah awal, ia menerima fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Salmiah untuk membantu proses administrasi dan pengurusan akses bantuan.

Ia juga memastikan persoalan administrasi kependudukan Salmiah ditindaklanjuti.

“Karena itu, saya dan tim akan memfasilitasi orang tua kita ini untuk mendapatkan segala bentuk bantuan yang ada,” ujarnya.

Pada Senin (10/8/2026), Rommy mengatakan operator Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan yang bertugas di Kantor Lurah Polonia akan dibawa ke kediaman Salmiah.

Petugas tersebut akan melakukan perekaman KTP elektronik serta membantu pengurusan administrasi kependudukan yang diperlukan.

Rommy berharap kondisi Salmiah menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, terlebih menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Ini patut menjadi perhatian kita semua. Terlebih lagi menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia. Karena merdeka sesungguhnya ialah tidak ada lagi rakyat, warga negara ini yang kelaparan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *