PT Toba Surimi Gugat Bank Mandiri, Persoalkan Pencairan Rp124,4 Miliar Lewat 54 Cek

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

MEDAN, TOPINFORMASI.com — PT Toba Surimi Industries Tbk (PT TSI) menggugat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ke Pengadilan Negeri Medan terkait pencairan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Revolving senilai Rp124,4 miliar yang disebut dilakukan menggunakan 54 lembar cek dengan tanda tangan yang dinyatakan tidak identik dengan tanda tangan Direktur Utama PT TSI.

Gugatan perbuatan melawan hukum tersebut telah didaftarkan melalui sistem e-Court pada 10 Agustus 2026 dan teregister di Pengadilan Negeri Medan dengan Nomor Perkara 879/Pdt.G/2026/PN Mdn. Dalam perkara itu, PT TSI menarik sekitar 30 pihak sebagai tergugat, termasuk PT Bank Mandiri, Bank Mandiri Cabang Medan Balai Kota, pegawai yang berkaitan dengan proses transaksi, jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Bank Mandiri, serta pihak lainnya.

Kuasa hukum PT TSI, Dr. David M.L. Tobing, SH, M.Kn, didampingi Richard Simanjuntak, SH, MH dan Winner Pasaribu, SH, MH dari Adams & CO Counsellors-at-Law, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Medan, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut David, gugatan tersebut berkaitan dengan penarikan dana fasilitas KMK Revolving PT TSI pada periode 29 September 2025 hingga 23 Oktober 2025. PT TSI mendalilkan transaksi tersebut tidak pernah diperintahkan maupun disetujui Direksi perusahaan yang berwenang.

“Klien kami tidak seharusnya dibebani kewajiban atas transaksi yang tidak pernah diperintahkan, disetujui, maupun dinikmati oleh perusahaan,” ujar David.

BACA JUGA  Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia dan Cahaya Kita Bersama Teken PKS Uji Mobile Grain Dryer di Deli Serdang

Ia menjelaskan, perkara tersebut sebelumnya juga telah masuk ke ranah pidana. Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 580/Pid.B/2026/PN Mdn tanggal 25 Juni 2026 atas nama terdakwa Tepi yang telah berkekuatan hukum tetap, terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan surat.

PT TSI kemudian menjadikan sejumlah fakta yang terungkap dalam perkara pidana tersebut sebagai bagian dari dalil dalam gugatan perdata yang diajukan ke Pengadilan Negeri Medan.

David menyebut terdapat sejumlah hal yang dipersoalkan PT TSI terkait proses pencairan dana melalui 54 lembar cek tersebut.

Pertama, menurut PT TSI, penarikan dana dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan atau kuasa dari Direktur Utama PT TSI untuk melakukan transaksi atas nama perusahaan.

Kedua, PT TSI mendalilkan pihak Bank Mandiri tidak melakukan pemeriksaan secara memadai terhadap spesimen tanda tangan Direktur Utama yang tercantum dalam cek.

Ketiga, berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik yang disebut turut dipertimbangkan dalam proses persidangan, tanda tangan atas nama Gindra Tardy selaku Direktur Utama PT TSI pada 54 lembar cek dinyatakan non-identik atau berbeda dengan tanda tangan pembanding.

Keempat, PT TSI mempersoalkan tidak dilakukannya konfirmasi kepada Direksi perusahaan yang berwenang sebelum transaksi dengan nilai besar tersebut dijalankan.

BACA JUGA  Dugaan Korupsi Dana BOSP SMKN 1 Perbaungan Mencuat, LSM STRATEGI Soroti Temuan Ratusan Juta Rupiah

Kelima, PT TSI menyebut dana dari 54 transaksi tersebut ditarik secara tunai dalam jumlah besar dan kemudian disalurkan kepada pihak-pihak yang menurut perusahaan tidak dikenal maupun tidak terafiliasi dengan PT TSI.

“Seharusnya berdasarkan SOP bank setiap fasilitas kredit yang ditarik harus dipindahbukukan ke rekening debitur. Jadi jelas dalam perkara ini Bank Mandiri telah dibobol karena pelanggaran SOP oleh karyawannya,” tegas David.

Ia mengatakan, rangkaian fakta tersebut menjadi dasar PT TSI untuk mempersoalkan penerapan prinsip kehati-hatian, SOP, manajemen risiko, serta pengendalian internal dalam proses transaksi.

“Transaksi dengan nilai yang sangat besar dilakukan berulang kali dengan menggunakan cek yang tanda tangannya terbukti dipalsukan, dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang, namun tidak dilakukan konfirmasi kepada Direksi PT TSI yang berwenang,” katanya.

Selain Bank Mandiri dan pegawai yang disebut berkaitan langsung dengan proses transaksi, PT TSI juga menarik seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Bank Mandiri yang dicantumkan dalam gugatan sebagai tergugat.

Menurut David, penarikan jajaran Direksi dan Dewan Komisaris tersebut didasarkan pada dalil bahwa Direksi memiliki tanggung jawab terhadap pengurusan bank, termasuk memastikan penerapan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko dan pengendalian internal. Sementara Dewan Komisaris memiliki fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan jalannya pengurusan bank.

BACA JUGA  Pengedar Sabu di Tanjungbalai Diciduk, Polisi Sita Sabu, Ganja hingga Uang Hasil Penjualan

Sebelum mengajukan gugatan, PT TSI mengaku telah menyampaikan somasi dan tuntutan pertanggungjawaban kepada Direksi serta Dewan Komisaris Bank Mandiri yang digugat.

Namun, menurut pihak PT TSI, hingga gugatan didaftarkan, tidak diperoleh tanggapan maupun tindakan yang dianggap memadai untuk mencegah berlanjutnya kerugian perusahaan.

Dalam gugatan tersebut, PT TSI antara lain meminta majelis hakim menyatakan penarikan atau pencairan KMK berdasarkan 54 lembar cek senilai Rp124,4 miliar tidak sah dan batal demi hukum.

PT TSI juga meminta Bank Mandiri menghapus pencatatan bunga dan denda yang timbul dari penarikan tersebut serta mengembalikan dana bunga yang telah ditarik hingga 23 Oktober 2025 sebesar Rp288.265.240,71.

Selain itu, perusahaan meminta dilakukan penghitungan ulang terhadap penggunaan fasilitas KMK Revolving serta pemulihan kualitas kredit PT TSI dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK dari Kolektibilitas 4 atau diragukan menjadi Kolektibilitas 1 atau lancar.

Menurut PT TSI, pemulihan kualitas kredit tersebut berkaitan dengan keberlangsungan usaha perusahaan dan dampaknya terhadap ribuan karyawan.

“Kami menghormati proses peradilan dan akan membuktikan seluruh dalil gugatan berdasarkan dokumen, fakta hukum, serta putusan pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Yang kami harapkan adalah pemulihan hak-hak PT TSI dan adanya pertanggungjawaban hukum atas kerugian yang dialami klien kami,” pungkas David Tobing.

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMK Negeri 1 Tebing Tinggi Kunjungi INALUM, Ajak Siswa Mengenal Dunia Industri
Ayo Lihat!!!Proyek Paving Block di Medan Johor Disorot, Tanpa Papan Informasi dan Diduga Abaikan Keselamatan Kerja
Kapolsek Patumbak Duduk Bersama Jemaah Masjid Amaliyah, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
KSJ Ingatkan Pentingnya Swasembada Pangan, Motivasi Petani Palawija di Hamparan Perak
Sambut Milad ke-3, Pujaketarub Gelar Safari Sedekah Jumat di Bantaran Rel Medan
Camat Medan Kota Luncurkan Response Center, Aduan Warga Dipantau Lewat Trello
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Penanaman Pohon Bersama ASWAKADA 2026 di Kalbar
Wali Kota Tanjungbalai Tetapkan Perkim Penanggung Jawab Beting Semelur, Targetkan Jadi Kampung Warna Warni
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 18:30 WIB

SMK Negeri 1 Tebing Tinggi Kunjungi INALUM, Ajak Siswa Mengenal Dunia Industri

Sabtu, 7 November 2026 - 15:41 WIB

Ayo Lihat!!!Proyek Paving Block di Medan Johor Disorot, Tanpa Papan Informasi dan Diduga Abaikan Keselamatan Kerja

Jumat, 6 November 2026 - 21:51 WIB

Kapolsek Patumbak Duduk Bersama Jemaah Masjid Amaliyah, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Jumat, 6 November 2026 - 21:42 WIB

KSJ Ingatkan Pentingnya Swasembada Pangan, Motivasi Petani Palawija di Hamparan Perak

Jumat, 6 November 2026 - 15:29 WIB

Sambut Milad ke-3, Pujaketarub Gelar Safari Sedekah Jumat di Bantaran Rel Medan

Berita Terbaru