TANJUNGBALAI, TOPINFORMASI.com— Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai. Ia menilai hasil kerja pemerintahan selama 1 tahun 7 bulan sejak dirinya dilantik masih belum memuaskan.
Hal itu disampaikan Mahyaruddin saat memimpin apel pemerintahan yang diikuti ASN, pimpinan OPD, kepala lingkungan, serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan PPPK paruh waktu di lingkungan Pemkot Tanjungbalai, Senin (10/8/2026).
Mahyaruddin meminta pimpinan OPD bertanggung jawab terhadap capaian program dan kegiatan di masing-masing perangkat daerah. Ia juga meminta agar setiap program dijalankan dengan target yang jelas dan dapat memberikan hasil bagi masyarakat.
“Selama 1 tahun 7 bulan sejak kami dilantik, apa yang telah kita kerjakan dalam lingkungan kerja kita hingga saat ini, saya melihat belum memuaskan,” kata Mahyaruddin dalam arahannya.
Menurut dia, pimpinan OPD perlu mengambil langkah strategis untuk memastikan seluruh program berjalan optimal, termasuk dalam menentukan penempatan ASN sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Ia mengingatkan agar penempatan ASN dilakukan secara objektif dan tidak didasarkan pada hubungan kekerabatan.
“Sebagai pimpinan OPD harus bertanggung jawab, jangan bawa hubungan kekerabatan atau kekeluargaan di tempat bapak/ibu sekalian. Bangun komunikasi, lakukan inovasi, lakukan langkah-langkah serta terobosan yang berbasis target,” ujarnya.
Tekankan disiplin dan pengawasan keuangan
Mahyaruddin juga meminta seluruh ASN bekerja dengan disiplin dan menyelesaikan setiap tugas hingga tuntas.
Ia meminta BKPSDM memperkuat pembinaan ASN, Inspektorat melakukan reviu terhadap kebijakan agar sesuai dengan regulasi, serta BPKPD mengawal pengelolaan keuangan daerah.
“Keluarnya uang negara jangan sampai ada kesalahan,” katanya.
Selain itu, Mahyaruddin meminta percepatan penyusunan rencana kerja 2026. Menurut dia, penyusunan tersebut harus segera diselesaikan sesuai batas waktu yang ditetapkan.
Ia juga meminta OPD mempercepat pengisian indikator Innovative Government Award (IGA) yang penilaiannya oleh Kementerian Dalam Negeri dijadwalkan pada pekan kedua Agustus.
Pelayanan publik diminta diperbaiki
Perhatian juga diberikan terhadap pelayanan publik di tingkat kecamatan, kelurahan hingga lingkungan.
Camat, lurah, dan kepala lingkungan diminta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Informasi mengenai pelayanan, seperti SOP dan alur pelayanan, juga diminta dipasang secara jelas di kantor pemerintahan.
Mahyaruddin meminta seluruh OPD lebih aktif menyampaikan program dan capaian pemerintah kepada masyarakat melalui media sosial, media cetak, dan media daring.
Jika terdapat persoalan yang berkembang dan menjadi perhatian publik, ia meminta jajaran terkait segera berkoordinasi untuk menyelesaikannya.
“Jika ada yang viral, segera koordinasikan dan selesaikan hingga tuntas,” ujarnya.
Target 10 ruas jalan di-hotmix pada 2027
Dalam apel tersebut, Mahyaruddin juga menyampaikan sejumlah target pembangunan. Bapperida diminta mengawal arah kebijakan dan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai jadwal.
Ia menyebut Pemkot Tanjungbalai menargetkan 10 ruas jalan akan di-hotmix pada 2027 dengan kualitas yang baik.
Untuk pengadaan barang dan jasa, Mahyaruddin menekankan agar seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan. Ia juga meminta pemanfaatan sistem Inaproc sebagai bagian dari transparansi pengadaan pemerintah.
“Pengadaan barang dan jasa harus benar-benar dilaksanakan sesuai aturan. Wajib Inaproc karena keterbukaan saat ini jawaban dari semua dugaan korupsi,” katanya.
Tanjungbalai diharapkan raih penghargaan
Mahyaruddin turut menyampaikan bahwa pada 12 Agustus 2026 akan dilaksanakan penyerahan penghargaan dan apresiasi kepada pemerintah daerah berprestasi 2026 di Kota Batam.
Beberapa kategori penilaian yang disebutkan meliputi pengelolaan sampah dan lingkungan asri, akses penduduk terhadap layanan pendidikan, akses dan kualitas layanan kesehatan, serta implementasi program 3 juta rumah.
Mahyaruddin berharap Pemkot Tanjungbalai dapat memperoleh penghargaan dari salah satu kategori tersebut.
Dalam kegiatan yang sama, Pemkot Tanjungbalai juga melaksanakan peluncuran ASN BerAKHLAK, logo dan city branding “Tanjungbalai Kota Kerang”, layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Dukcapil, serta penyerahan santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan dan kartu BPJS Ketenagakerjaan.





