Wartawan Diduga Dikeroyok Satpol PP dan Ditendang Pejabat BNN, Sang Ibu Mengadu ke Polda Sumut

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Medan ,TOPINFORMASI.COM

Seorang ibu bernama Lince Manalu (65), warga Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, melaporkan dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami anaknya, Samuel Hutasoit (38), ke Polda Sumatera Utara, Jumat (3/7/2026).

Didampingi tim kuasa hukum dan perwakilan LSM, Lince mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut untuk membuat dua laporan polisi. Samuel diketahui berprofesi sebagai wartawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan tersebut masing-masing teregistrasi dengan nomor STTLP/B/1070/VII/2026/SPKT/Polda Sumut terkait dugaan pengeroyokan oleh oknum Satpol PP Kabupaten Deli Serdang dan STTLP/B/1072/VII/2026/SPKT/Polda Sumut terkait dugaan penganiayaan yang disebut dilakukan seorang pejabat BNN Deli Serdang berpangkat Komisaris Besar berinisial JT.

Lince mengaku tidak menyaksikan langsung dugaan penganiayaan tersebut. Namun, ia melihat kondisi anaknya mengalami sejumlah luka usai ditahan.

BACA JUGA  Pimpinan PT Bina Kridatama Lestari Resmi Dilaporkan ke Polda Sumut

“Saya lihat sendiri hidungnya bengkak, matanya merah, kelopak mata bengkak membiru,” ujar Lince di Polda Sumut.

Ia berharap laporan yang dibuat segera diproses penyidik dan para terlapor dimintai pertanggungjawaban hukum. Selain itu, ia juga berharap Samuel dapat segera dibebaskan dari tahanan.

“Harapan saya secepatnya Samuel dilepaskan supaya bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” katanya.

Kuasa hukum Samuel, Suhandri Umar Tarigan, menjelaskan kliennya ditangkap saat berlangsung razia gabungan BNN Deli Serdang, Satpol PP, Polisi Militer, dan Pemkab Deli Serdang di sebuah kafe remang-remang di Desa Patumbak I pada Minggu (28/6).

Menurut Umar, Samuel saat itu sedang menjalankan tugas jurnalistik meliput razia. Ia disebut mempertanyakan surat perintah razia yang diduga sudah tidak berlaku karena diterbitkan pada 29 Mei, sedangkan razia dilakukan hampir sebulan kemudian.

BACA JUGA  HEBOH! Istri Boby Santana Sembiring Bantah Isu Sewa HP di Rutan Tanjung Gusta: “Saya Tak Pernah Beri Keterangan”

Samuel kemudian ditangkap dengan tuduhan sebagai provokator dan pelaku perusakan. Dalam perjalanan menuju Polrestabes Medan, Samuel bersama tiga orang lainnya diduga mengalami pengeroyokan oleh oknum Satpol PP.

“Klien kami diamankan lalu dituduh memprovokasi massa. Saat perjalanan, mereka diduga dipukul bersama-sama hingga mengalami luka,” ujar Umar.

Akibat dugaan penganiayaan itu, Samuel disebut mengalami luka memar di wajah, hidung mengeluarkan darah, serta penglihatannya terganggu.

Selain itu, kuasa hukum juga menuding terjadi penganiayaan lanjutan pada Kamis (2/7) di Gedung Satreskrim Polrestabes Medan. Mereka menyebut seorang pejabat BNN Deli Serdang berinisial JT datang menemui Samuel dan diduga menendang dada korban sebanyak dua kali.

Kuasa hukum lainnya, Thomas J. Tarigan, mengatakan Samuel mengeluhkan sesak di dada dan sakit kepala setelah kejadian tersebut.

BACA JUGA  Muscab PAN Tanjung Balai Tetapkan Pimpinan Kecamatan, Target Satu Fraksi di DPRD

“Dia mengaku dadanya sesak, kepalanya pusing karena sebelumnya juga dipukul. Kami berharap segera dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh,” ujarnya.

Pihak kuasa hukum juga meminta penyidik mengamankan rekaman CCTV di area Satreskrim Polrestabes Medan untuk mengungkap dugaan penganiayaan tersebut. Menurut mereka, CCTV dipastikan aktif karena sebelumnya penyidik sempat melarang pengunjung menggunakan telepon genggam dengan alasan seluruh aktivitas dipantau melalui kamera pengawas.

Sementara itu, Kepala BNN Deli Serdang Kombes Josua Tampubolon membantah tuduhan telah melakukan penganiayaan terhadap Samuel.

“Tidak benar saya melakukan penganiayaan. Saya datang untuk klarifikasi,” kata Josua.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Polda Sumut maupun Satpol PP Kabupaten Deli Serdang terkait laporan yang diajukan Lince Manalu.

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Sergap Bandar Sabu di Paya Geli, Lima Paket Sabu Disita
Satreskrim Polres Sergai Ringkus Dua Terduga Bajing Loncat, Kerugian Korban Capai Rp12 Juta
SERGAP!!Pernah Dipenjara 3 Tahun, Residivis Pencurian Ban Serap Mobil Mewah Ditangkap di Medan
Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret
Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser
Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan
Sejumlah Perwira Polri Dikabarkan Diciduk, Mabes Polri: Masih Kami Dalami
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:08 WIB

Polisi Sergap Bandar Sabu di Paya Geli, Lima Paket Sabu Disita

Rabu, 4 November 2026 - 19:38 WIB

Satreskrim Polres Sergai Ringkus Dua Terduga Bajing Loncat, Kerugian Korban Capai Rp12 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 06:58 WIB

SERGAP!!Pernah Dipenjara 3 Tahun, Residivis Pencurian Ban Serap Mobil Mewah Ditangkap di Medan

Selasa, 3 November 2026 - 21:56 WIB

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 21:41 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret

Berita Terbaru