Medan, (TOPINFORMASI.com) –
Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan kembali menunjukkan hasil positif. Melalui program ketahanan pangan, Lapas Kelas I Medan berhasil memanen 20 ikat kangkung dan 3 kilogram terong dari area perkebunan pembinaan yang dikelola bersama warga binaan.
Kegiatan panen tersebut dipimpin Kepala Bidang Pembinaan, Prayoga Yulanda, bersama jajaran sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang pertanian.
Program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta produktif selama menjalani masa pembinaan. Melalui proses budidaya yang dilakukan secara rutin, para warga binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang diharapkan menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Medan, Prayoga Yulanda, mengatakan hasil panen tersebut menjadi bukti nyata komitmen Lapas dalam mengoptimalkan lahan pembinaan agar memberikan manfaat yang berkelanjutan.
“Program ini menjadi sarana edukasi sekaligus bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.
Lapas Kelas I Medan menegaskan akan terus memperkuat program pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan warga binaan melalui berbagai kegiatan inovatif dan produktif. Langkah tersebut sejalan dengan semangat Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat, yakni menghadirkan pembinaan yang berdampak positif bagi warga binaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.



