SERDANG BEDAGAI , TOPINFORMASI.com
Dugaan penyimpangan penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SMK Negeri 1 Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, mencuat setelah adanya temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Sumatera Utara tertanggal 27 Desember 2025. Temuan tersebut mencakup belanja yang tidak dapat dipertanggungjawabkan hingga dugaan kelebihan pembayaran (mark up).
Ketua LSM STRATEGI, Ridwan Siahaan, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan menemukan tidak adanya dokumen pertanggungjawaban (SPj) atas belanja buku paket yang bersumber dari dana BOSP tahun anggaran 2025. Selain itu, terdapat pula belanja barang habis pakai (BHP) yang juga disebut tidak memiliki SPj.
“Temuan ini menunjukkan adanya penggunaan anggaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Nilainya mencapai ratusan juta rupiah,” kata Ridwan kepada wartawan di Sei Rampah, Kamis (23/7/2026).
Tak hanya itu, Ridwan menyebut hasil pemeriksaan juga menemukan adanya dugaan kelebihan pembayaran atau mark up pada belanja barang sebesar Rp53.445.880.
Menurutnya, LSM STRATEGI telah melayangkan surat konfirmasi kepada pihak SMKN 1 Perbaungan guna meminta penjelasan terkait tindak lanjut atas temuan tersebut, termasuk proses pengembalian potensi kerugian keuangan negara. Namun hingga kini, pihaknya mengaku belum menerima jawaban maupun bukti pengembalian.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Tebing Tinggi–Serdang Bedagai, Salman Tanjung, disebutkan bahwa telah dilakukan pengembalian sebagian atas temuan tersebut. Namun, besaran nominal pengembalian belum dijelaskan.
Ridwan menegaskan pihaknya akan membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum (APH) agar dilakukan proses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan melaporkan dugaan korupsi ini kepada APH agar ada kepastian hukum, termasuk memastikan apakah seluruh kerugian negara telah dipulihkan. Jika ditemukan unsur pidana, tentu harus diproses sesuai peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMKN 1 Perbaungan belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari kepala sekolah untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.



