JAKARTA– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Jumat (28/8/2026), BNPB memastikan tidak ada penambahan korban meninggal dunia.
Dengan demikian, jumlah korban jiwa akibat gempa yang mengguncang wilayah NTT tersebut masih tercatat sebanyak 111 orang.
“Hari ini kami tidak mencatat adanya jumlah orang yang meninggal bertambah, sehingga jumlah yang meninggal di catatan kami sebesar 111 orang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Jumat (28/8/2026).
Hampir 9 Ribu Gempa Susulan
BNPB juga mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi sejak gempa utama pada 15 Agustus 2026.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 8.794 kali gempa susulan. Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sementara yang terkecil berkekuatan magnitudo 1.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 152 gempa dilaporkan dirasakan langsung oleh masyarakat di NTT.
Aktivitas gempa susulan yang masih terjadi menjadi perhatian dalam penanganan bencana, khususnya terhadap masyarakat yang terdampak dan masih berada di lokasi pengungsian.
Jumlah Pengungsi Berkurang
Di tengah proses penanganan dan pemulihan pascagempa, BNPB mencatat adanya penurunan jumlah pengungsi.
Pada Jumat (28/8/2026), jumlah pengungsi dilaporkan berkurang sebanyak 712 orang. Penurunan tersebut terjadi di Kabupaten Sikka, setelah sejumlah warga mulai kembali ke rumah masing-masing.
“Penurunan terjadi di Kabupaten Sikka sehingga jumlah yang mengungsi 175.909 jiwa,” ujar Berton.
Meski demikian, ratusan ribu warga masih berada di pengungsian akibat dampak gempa yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur.
BNPB mengimbau masyarakat yang masih merasa takut untuk kembali ke rumah agar tetap berada di lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah.
Menurut BNPB, pengungsian terpusat telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan layanan bagi para penyintas, termasuk dapur umum, penyediaan makanan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah bersama BNPB dan seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan terhadap warga terdampak, sembari memantau perkembangan aktivitas gempa susulan dan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
(Redaksi TopInformasi)


