5 Ton Tempe Tiap Bulan! Warga Binaan Rutan Kelas I Medan Produktif, Suplai Program MBG hingga Sumbang PNBP

- Penulis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

MEDAN – Siapa sangka, di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, Warga Binaan mampu menghasilkan hingga 5 ton tempe setiap bulan.
Melalui program Bimbingan Kegiatan Kerja (Bimker), ratusan kilogram produk pangan dihasilkan setiap hari. Produksi tempe tersebut bahkan turut disalurkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tak hanya itu, berbagai kegiatan produktif yang dijalankan Warga Binaan juga telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, mengatakan pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Warga Binaan, kata dia, tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat.

“Kami terus mendorong agar pembinaan di Rutan Kelas I Medan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada pembentukan kemandirian dan produktivitas Warga Binaan. Melalui Bimker, mereka diberikan ruang untuk belajar, bekerja, berkarya, dan mengembangkan potensi yang dimiliki sebagai bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Andi Surya.

Program Bimker Rutan Kelas I Medan menghadirkan beragam kegiatan produktif. Mulai dari kerajinan tangan, produksi sandal, pembuatan tas, sandal hotel, hingga pengolahan berbagai produk UMKM.

Warga Binaan juga terlibat dalam produksi keripik pisang, keripik tempe, roti, produk olahan teri, hingga kegiatan usaha coffee shop.

Namun, produksi tempe menjadi salah satu program unggulan yang terus dikembangkan.

Setiap bulan, Bimker Rutan Kelas I Medan mampu memproduksi sekitar 5 ton tempe. Sementara produksi harian mencapai sekitar 307 batang tempe yang selanjutnya disalurkan untuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis.

Produk tempe tersebut juga telah mengantongi sertifikat halal, sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas produk dan memastikan proses produksinya memenuhi ketentuan yang berlaku.

Produktivitas Warga Binaan itu tidak berhenti pada hasil produksi semata.

Berbagai kegiatan usaha yang dijalankan melalui Bimker turut memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara melalui PNBP.
Hingga Juli 2026, kontribusi PNBP dari kegiatan Bimker Rutan Kelas I Medan telah mencapai Rp24,5 juta dari target Rp36 juta dalam satu tahun.

Capaian tersebut merupakan akumulasi hasil penjualan berbagai produk dan kegiatan usaha yang dikelola melalui Bimker, mulai dari kerajinan tangan, sandal, tas, sandal hotel, aneka produk olahan UMKM hingga coffee shop.

Andi Surya menegaskan, PNBP tersebut bukan berasal dari satu jenis produk saja, melainkan hasil dari berbagai kegiatan produktif yang dijalankan Warga Binaan.
“PNBP yang dihasilkan merupakan akumulasi dari berbagai produk dan kegiatan usaha yang ada di Bimker, bukan berasal dari satu jenis produk saja. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang kita lakukan memiliki nilai produktif. Kami akan terus mendorong agar potensi dan keterampilan Warga Binaan dapat dikembangkan sehingga menghasilkan karya yang bernilai dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kegiatan Kerja Rutan Kelas I Medan, Irawadi Purba, mengatakan produksi tempe menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam program pembinaan kemandirian.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengalaman kerja.

“Produksi tempe ini menjadi salah satu kegiatan produktif yang kami kembangkan secara berkelanjutan. Dalam satu bulan, produksi dapat mencapai sekitar 5 ton, dengan hasil produksi yang turut mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain keterampilan, kegiatan ini juga mengajarkan Warga Binaan tentang kedisiplinan, tanggung jawab, serta proses kerja yang terarah,” ujar Irawadi.

Ia menambahkan, seluruh proses produksi dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kualitas produk.

Sertifikat halal yang telah dimiliki produk tempe tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu bentuk jaminan bahwa produk yang dipasarkan telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan di Bimker dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana.

Jadi, mereka tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan yang bisa dikembangkan secara mandiri di tengah masyarakat,” tambahnya.

Melalui program Bimker, Rutan Kelas I Medan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak sekadar menjadi aktivitas pengisi waktu selama menjalani masa pidana.

Lebih dari itu, pembinaan diarahkan untuk membangun kemandirian, kepercayaan diri, disiplin, tanggung jawab dan keterampilan sebagai bekal Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Dari balik tembok rutan, produktivitas terus bergerak.
Mulai dari sandal, tas, kerajinan, aneka produk UMKM hingga 5 ton tempe setiap bulan, menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian dapat membuka ruang bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri dan menyiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

#Pemasyarakatan #RutanKelas1Medan #Rutan1Medan #DitjenPAS #Kemenimipas
RAGUSTA BERSERI
BERSIH, SEHAT, RAPI DAN INDAH

BACA JUGA  Perkuat Karakter Generasi Muda, Wakapolres Tanjungbalai Hadiri Pembukaan Persami Korps Kadet RI 2026
Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret
Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser
Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan
Sejumlah Perwira Polri Dikabarkan Diciduk, Mabes Polri: Masih Kami Dalami
Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Tindak Pelanggar Lalu Lintas di Medan Amplas
Pemko Tanjungbalai Tata Kawasan Heritage Jalan Asahan, Wakil Wali Kota Temui Pengusaha Ikan
Eks Wali Kota Sibolga Ditahan Polda Sumut, Terseret Kasus Korupsi Pasar Ikan Rp22 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:56 WIB

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Polri Tetapkan Tiga Orang sebagai Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 21:41 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Listyo Sigit Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 19:20 WIB

Kapolri Mutasi Pejabat Polda Sumut dan Dua Kapolres, Ahmad Fauzi Dalimunthe Bergeser

Selasa, 3 November 2026 - 19:10 WIB

Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Sejumlah Perwira Polri Dikabarkan Diciduk, Mabes Polri: Masih Kami Dalami

Berita Terbaru

Berita Utama

Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda Berganti Jabatan

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:10 WIB