MEDAN — Persoalan lampu penerangan jalan lingkungan yang mati dan tak kunjung mendapat kepastian perbaikan memicu kekecewaan Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP) Kelurahan Helvetia, Teuku Aswandi.
Aswandi menilai keluhan masyarakat terkait sejumlah lampu jalan yang padam seharusnya tidak dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta instansi terkait tidak saling melempar tanggung jawab, sementara warga terus menunggu kepastian.
Kekecewaan itu mencuat setelah Aswandi berupaya meminta tanggapan pihak kecamatan terkait keluhan masyarakat mengenai lampu jalan yang mati, Jumat (4/9/2026).
Namun, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, persoalan tersebut disebut terkendala anggaran dan menjadi kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub).
Di sisi lain, Aswandi juga mengaku menerima informasi adanya pernyataan dari sejumlah kepala lingkungan yang menyebut persoalan lampu jalan bukan merupakan urusan Pemuda Pancasila.
Menanggapi hal tersebut, Aswandi menegaskan pihaknya tidak pernah bermaksud mengambil alih kewenangan pemerintah maupun instansi terkait.
Menurutnya, PP Ranting Helvetia hanya merespons aspirasi masyarakat yang datang mengadu karena lampu penerangan di lingkungan mereka dalam kondisi mati.
Keluhan tersebut, kata dia, sebelumnya juga telah disampaikan warga kepada kepala lingkungan. Namun, sebagian masyarakat merasa persoalan tersebut belum mendapatkan solusi yang memadai.
“Kalau masyarakat datang mengadu kepada kami, tentu kami tidak mungkin diam. Kami hanya ingin membantu menyampaikan aspirasi warga dan mencari solusi. Jangan sampai masyarakat justru bingung karena persoalannya saling dilempar,” tegas Aswandi.
Ia menegaskan, yang dibutuhkan masyarakat bukan perdebatan mengenai siapa yang berwenang, melainkan langkah nyata untuk memastikan lampu penerangan kembali berfungsi.
Untuk memastikan persoalan tersebut tidak berhenti sebatas keluhan, Aswandi menyebut pihaknya telah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak Dishub, termasuk menghubungi seseorang bernama Budi.
Namun, jika persoalan tersebut membutuhkan kebijakan serta koordinasi lintas instansi, Aswandi berharap pemerintah kecamatan dan kelurahan turut aktif mendorong penyelesaian.
“Jangan sampai warga yang membutuhkan penerangan justru dibuat bingung harus mengadu ke mana. Kalau memang kewenangannya di Dishub, mari bersama-sama kita dorong agar segera ditangani,” ujarnya.
Tak berhenti sampai di situ, Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Helvetia juga berencana membawa langsung aspirasi masyarakat tersebut kepada Anggota DPRD Kota Medan yang juga Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Helvetia, Reza Pahlevu Lubis, S.Kom.
Langkah tersebut dilakukan agar keluhan masyarakat terkait lampu jalan mendapat perhatian lebih serius dan dapat dicarikan solusi melalui koordinasi dengan pemerintah maupun lembaga legislatif.
“Memang kami mau menghadap dan bertemu dengan Ketua Reza untuk menyampaikan langsung keluhan masyarakat, khususnya warga Blok 6, Melati 1, sebagian warga Matahari 7 dan Melati 4. Mereka berharap lampu jalan di lingkungan mereka segera diperbaiki dan kembali menyala,” ungkap Aswandi.
Menurutnya, persoalan lampu penerangan jalan tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kenyamanan dan keamanan masyarakat, khususnya pada malam hari.
Aswandi menegaskan, PP Ranting Helvetia tidak sedang mencari pihak yang patut disalahkan. Namun, ia berharap seluruh pihak yang memiliki kewenangan dapat duduk bersama dan memastikan persoalan tersebut segera mendapatkan solusi.
“Kami tidak mencari siapa yang salah. Kami ingin ada solusi nyata. Kalau memang kewenangannya di Dishub, mari sama-sama dorong agar segera ditangani. Jangan sampai masyarakat terus menunggu tanpa kepastian,” pungkasnya.
(red)


