Lingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

Gencarkan Germas dan Percepatan Penanggulangan Penyakit Menular, Pemko Tebing Tinggi Luncurkan Inovasi “Pintu Radiasi” untuk Percepat Deteksi TBC

14
×

Gencarkan Germas dan Percepatan Penanggulangan Penyakit Menular, Pemko Tebing Tinggi Luncurkan Inovasi “Pintu Radiasi” untuk Percepat Deteksi TBC

Sebarkan artikel ini

Tebing Tinggi,TOPINFORMASI.COM  – Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi melalui Dinas Kesehatan meluncurkan inovasi terbaru dalam percepatan deteksi dini Tuberkulosis (TBC) bertajuk “Pintu Radiasi” atau Pusat Investigasi dan Temukan Kasus TBC dengan Radiografi Aktif di Lokasi. Inovasi tersebut mampu memangkas proses diagnosis TBC yang sebelumnya memakan waktu hingga dua minggu menjadi hanya dua hari.

Peluncuran inovasi ini dilakukan dalam rangkaian Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pencegahan TBC yang digelar di Lapangan Kantor Camat Rambutan, Jalan Gunung Leuser, Selasa (19/5/2026).

Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan Germas serta percepatan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.

Kegiatan yang diawali dengan senam aerobik bersama tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Erwin Suheri Damanik, Kepala Dinas Kesehatan dr. Fitri Sari Saragih, Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto, para kepala puskesmas, kader posyandu, tenaga kesehatan se-Kota Tebing Tinggi, serta masyarakat Kecamatan Rambutan. Acara juga menghadirkan dr. Rudy Irawan sebagai narasumber.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota memberikan apresiasi kepada seluruh kader posyandu dan kader Germas yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Menurutnya, peran kader sangat penting dalam menyukseskan berbagai program kesehatan pemerintah meskipun insentif yang diterima masih terbatas.

“Kader posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota Tebing Tinggi akan terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan kader,” ujar Wali Kota yang disambut antusias peserta kegiatan.

Wali Kota juga menyoroti tingginya angka kasus TBC yang masih menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menjelaskan bahwa TBC tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup keluarga dan produktivitas masyarakat.

Menurutnya, satu penderita TBC yang tidak menjalani pengobatan hingga tuntas dapat menularkan penyakit kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga lingkungan yang sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sedini mungkin.

“Pemerintah Kota Tebing Tinggi berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TBC melalui peningkatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, penemuan kasus secara aktif, serta pendampingan pengobatan secara tuntas,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India. Oleh sebab itu, sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menekan angka penyebaran TBC di Kota Tebing Tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, dr. Fitri Sari Saragih, menjelaskan bahwa TBC bukan hanya persoalan medis, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial masyarakat seperti kepadatan hunian, sanitasi lingkungan, dan perilaku hidup bersih serta sehat.

Karena itu, menurutnya, pendekatan promotif dan preventif harus terus diperkuat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan pembudayaan PHBS di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, inovasi “Pintu Radiasi” mengusung tagline “Layanan X-Ray Datang, TB Kita Berantas”. Program ini menjadi strategi jemput bola berbasis teknologi dengan menghadirkan layanan screening X-ray portable langsung ke tengah masyarakat guna mempercepat penemuan kasus TBC.

“Program ini dijadwalkan berlangsung di 31 lokasi yang menyasar wilayah kecamatan, kelurahan, pasar, pabrik, lapas hingga rumah susun, dengan target ribuan masyarakat menjalani screening hingga triwulan ketiga tahun 2026,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, jumlah kasus TB Paru sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 511 kasus, dengan angka tertinggi berada di Kecamatan Rambutan sebanyak 105 kasus.

Melalui inovasi tersebut, pemerintah berharap penemuan kasus TBC dapat dilakukan lebih maksimal sehingga penanganan dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat guna memutus rantai penularan di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan posyandu, pada kesempatan tersebut Wali Kota Tebing Tinggi juga menyerahkan bantuan Alat Permainan Edukasi (APE) kepada enam puskesmas, yakni Puskesmas Pabatu, Sri Padang, Tanjung Marulak, Teluk Karang, Pasar Gambir, dan Puskesmas Satria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *