Organisasi Wartawan Kecam Pernyataan Hotman Paris, Dinilai Rendahkan Profesi Jurnalis

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 11:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

JAKARTA ,TOPINFORMASI.com

Sejumlah organisasi wartawan mengecam pernyataan advokat Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan profesi jurnalis saat menghadiri konferensi pers terkait kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7).

Dalam konferensi pers tersebut, Hotman Paris menanggapi pertanyaan seorang wartawan dengan kalimat, “Lu punya otak enggak?” saat dimintai penjelasan mengenai dugaan kriminalisasi dalam perkara yang menjerat Febrie Adriansyah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal itu, Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) menyatakan penyesalan atas pilihan kata dan cara Hotman merespons pertanyaan yang diajukan wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menegaskan bahwa bertanya merupakan bagian dari proses verifikasi dan konfirmasi yang menjadi kewajiban wartawan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BACA JUGA  Kinerja PLN Era Darmawan Prasodjo Dikritik, Disebut Alami Penurunan Keandalan Listrik

“Pilihan kata dan cara Hotman Paris Hutapea dalam merespons pertanyaan wartawan sangat tidak profesional dan merendahkan profesi wartawan yang sedang bekerja menjalankan amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” kata Retno dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (20/7).

Forum Pemred menegaskan bahwa setiap narasumber memiliki hak untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan. Namun, hak tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk merendahkan profesi jurnalis melalui ucapan ataupun sikap yang bersifat intimidatif.

Organisasi tersebut juga mengingatkan bahwa Pasal 8 Undang-Undang Pers menjamin perlindungan hukum bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, termasuk bebas dari intimidasi maupun tindakan yang menghambat kerja pers.

Forum Pemred mengimbau seluruh pihak untuk menghormati profesi masing-masing dan menjaga kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

BACA JUGA  Bupati Batubara Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan Investasi Pada Rakortekrembang Provsu

Secara terpisah, Ketua Umum Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) Irfan Kamil turut mengecam keras ucapan Hotman Paris dan meminta yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Kami sangat mengecam dan menuntut Hotman Paris untuk meminta maaf atas pernyataan-pernyataannya yang merendahkan wartawan dan mengarah pada pembungkaman kebebasan pers,” ujar Irfan.

Menurutnya, pernyataan “lu punya otak enggak?” bukan merupakan bentuk kritik, melainkan penghinaan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dalam perkara yang menjadi perhatian publik.

Irfan menegaskan, narasumber memiliki hak untuk menolak menjawab, memberikan klarifikasi, ataupun membantah pertanyaan wartawan. Namun, hak tersebut tidak membenarkan adanya serangan personal terhadap jurnalis.

“Narasumber boleh tidak menjawab. Narasumber juga boleh membantah pertanyaan wartawan. Namun, tidak seorang pun berhak membalas pertanyaan jurnalistik dengan penghinaan dan serangan personal,” tegasnya.

BACA JUGA  Kuasa Hukum Rahmadi Laporkan Hakim PN Tanjungbalai ke KY dan MA

Ia menambahkan, wartawan dan advokat memiliki peran yang sama penting dalam mendorong penegakan hukum yang akuntabel, transparan, dan berkeadilan. Karena itu, menurutnya, perbedaan pandangan seharusnya tetap disampaikan dengan mengedepankan etika serta saling menghormati profesi masing-masing.

Follow WhatsApp Channel topinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Milad ke-3, Pujaketarub Gelar Safari Sedekah Jumat di Bantaran Rel Medan
Camat Medan Kota Luncurkan Response Center, Aduan Warga Dipantau Lewat Trello
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Penanaman Pohon Bersama ASWAKADA 2026 di Kalbar
Wali Kota Tanjungbalai Tetapkan Perkim Penanggung Jawab Beting Semelur, Targetkan Jadi Kampung Warna Warni
Polsek Jajaran Polres Tanjungbalai Intensifkan Patroli Malam, Sasar Lokasi Rawan Kejahatan dan Balap Liar
Operasi Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Tanjungbalai Sambangi Sopir Bus PT Rajawali
Tragis! Sampan Nelayan Disambar Petir di Perairan Sergai, Dua Tewas dan Satu Kritis
Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Baznas Ultra Microfinance, Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:29 WIB

Sambut Milad ke-3, Pujaketarub Gelar Safari Sedekah Jumat di Bantaran Rel Medan

Jumat, 6 November 2026 - 09:38 WIB

Camat Medan Kota Luncurkan Response Center, Aduan Warga Dipantau Lewat Trello

Jumat, 6 November 2026 - 09:17 WIB

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Penanaman Pohon Bersama ASWAKADA 2026 di Kalbar

Jumat, 6 November 2026 - 09:13 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Tetapkan Perkim Penanggung Jawab Beting Semelur, Targetkan Jadi Kampung Warna Warni

Kamis, 5 November 2026 - 19:51 WIB

Polsek Jajaran Polres Tanjungbalai Intensifkan Patroli Malam, Sasar Lokasi Rawan Kejahatan dan Balap Liar

Berita Terbaru