Berita UtamaPendidikanSumatera Utara

Ponpes Al-Abrary Rusak Parah Diterjang Angin Kencang, 15 Santriwati Diungsikan

×

Ponpes Al-Abrary Rusak Parah Diterjang Angin Kencang, 15 Santriwati Diungsikan

Sebarkan artikel ini

Medan – Cuaca buruk yang melanda Kota Medan, Selasa (18/8/2026) malam, menyebabkan Pondok Pesantren Santriwati Al-Abrary di Jalan Suka Eka No. 15, Kecamatan Medan Johor, mengalami kerusakan parah.

Atap seng bangunan pondok pesantren tersebut terangkat dan beterbangan akibat diterjang angin kencang. Kondisi itu membuat sekitar 15 santriwati yang tengah menimba ilmu terpaksa dipindahkan ke lokasi lain untuk sementara waktu.

Pimpinan Ponpes Al-Abrary, Mukti Abrar, mengatakan peristiwa terjadi ketika para santriwati sedang beraktivitas di tengah hujan deras disertai angin kencang.

“Kejadiannya tadi malam, waktu santriwati kita lagi beraktivitas hujan dan angin kuat. Memang di kawasan Jalan STM itu banyak yang kena, tempat tahfiz kita salah satu yang paling parah,” ujar Mukti, Rabu (19/8/2026) sore.

Menurut Mukti, kondisi bangunan mengalami kerusakan sekitar 70 persen. Hampir seluruh bagian atap seng terlepas sehingga gedung untuk sementara tidak dapat digunakan sebagai tempat belajar.

“Malam itu juga saya pesankan angkot biar anak-anak kita diungsikan di Pinang Baris. Di sana ada juga lokasi kita, di situlah sementara mereka belajar,” katanya.

Mukti mengaku saat ini tengah berupaya mencari pinjaman untuk membiayai perbaikan bangunan pesantren. Menurutnya, perbaikan harus segera dilakukan agar kegiatan belajar dan tahfiz para santriwati dapat kembali berlangsung normal.

“Makanya sekarang secara pribadi saya cari pinjaman, utang untuk bisa perbaiki pondok pesantren kami. Ya setidaknya biar cepat bisa dipakai kembali,” ucapnya.

Ia menyebut para santriwati saat ini tengah menjalani program hafalan Al-Qur’an yang telah disusun sebelumnya. Karena itu, ia khawatir kerusakan bangunan mengganggu proses pendidikan mereka.

“Karena rata-rata anak-anak kita ini gratis uang sekolahnya, mereka ada orangtua asuhnya yang membiayai. Rata-rata begitu, sedikit yang memang dibiayai orangtua aslinya,” tutur Mukti.

Hingga Rabu, belum ada bantuan dari pemerintah yang diterima pihak pesantren untuk memperbaiki bangunan yang rusak.

Mukti berharap ada pihak yang bersedia membantu proses perbaikan Ponpes Al-Abrary sehingga para santriwati dapat kembali belajar di tempat semula.

“Kalau bantuan dari pemerintah sementara belum, tapi kalau memang ada yang hendak bantu, kami terbuka. Yang penting anak-anak kami tidak terganggu belajarnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *