MEDAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan menggelar kegiatan keagamaan yang dirangkai dengan santunan kepada anak yatim di lingkungan Lapas Kelas I Medan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan untuk memperkuat mental, spiritual, dan moral Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga momen penuh kebersamaan ini membawa kedamaian, mempererat tali silaturahmi, dan menginspirasi kita semua untuk senantiasa meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fonika.
Selain ceramah keagamaan dan doa bersama, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Warga binaan bersama petugas pemasyarakatan turut terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.
Lapas Kelas I Medan menilai pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan pengawasan.
Pembinaan kepribadian dan kerohanian juga menjadi bagian penting dalam membantu Warga Binaan melakukan introspeksi serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan dan sosial tersebut, Lapas Kelas I Medan terus mendorong pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Program pembinaan diharapkan dapat membantu membentuk karakter positif, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan.