Lingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

Menteri Nusron Dorong Santri Kuasai STEM, Siap Jadi Pelaksana Kebijakan Negara

36
×

Menteri Nusron Dorong Santri Kuasai STEM, Siap Jadi Pelaksana Kebijakan Negara

Sebarkan artikel ini

Menteri Nusron Dorong Santri Kuasai STEM, Siap Jadi Pelaksana Kebijakan Negara

CIREBON,TOPINFORMASI.COM  – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mendorong para santri untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics).

Hal tersebut disampaikan Menteri Nusron saat menghadiri kegiatan Pendampingan Santri Kelas XII SMAIQu di Pondok Pesantren Al-Bahjah, Sabtu (18/04/2026).

Dalam sambutannya, Nusron menegaskan bahwa santri tidak hanya memiliki peluang menjadi ulama, tetapi juga dapat berkontribusi sebagai pelaksana kebijakan negara atau yang disebut hikmatal hukama.

“Kalau ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara, selain dikader sebagai ulama, Adik-Adik sekalian bisa jadi hikmatal hukama atau kader pelaksana kebijakan,” ujarnya di hadapan Buya Yahya selaku pengasuh lembaga tersebut.

Ia menjelaskan, hikmatal hukama mencakup berbagai peran strategis dalam pemerintahan, baik sebagai teknokrat maupun birokrat yang berperan dalam proses pengambilan kebijakan di berbagai sektor pembangunan nasional.

Menurutnya, kekuatan suatu negara sangat ditentukan oleh penguasaan bidang STEM sebagai fondasi utama. Ia mencontohkan ketahanan Iran di tengah tekanan global, yang dinilai mampu bertahan berkat kemandirian di sektor pangan, energi, dan teknologi.

“Kenapa Iran bertahan, karena swasembada pangan, swasembada energi, dan memiliki teknologi yang kuat,” jelasnya.

Untuk itu, Nusron mendorong para santri agar tidak ragu melanjutkan pendidikan ke bidang-bidang strategis seperti teknologi pangan, energi, hingga geologi. Ia menilai penguasaan sektor-sektor tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian bangsa.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan sedikitnya 10 sektor penting yang membutuhkan peran hikmatal hukama, yakni pertahanan keamanan, hukum, keuangan, pangan, energi, telekomunikasi, kesehatan, logistik, manufaktur, serta pendidikan dan pelatihan.

Menutup arahannya, Menteri Nusron menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya santri, dalam menentukan masa depan Indonesia.

“Jangan ragu, negara ini membutuhkan para santri. Pemuda hari ini adalah pemimpin pada masa yang akan datang. Apalagi saat Indonesia memasuki usia 100 tahun, maju tidaknya salah satunya ditentukan oleh santri yang hari ini lulus SMA,” pungkasnya.

Siaran pers ini disampaikan oleh Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *