Medan , TOPINFORMASI.com- Polrestabes Medan memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan jaringan internasional Malaysia-Indonesia dan jaringan nasional. Barang bukti yang dimusnahkan berupa sekitar 29 kilogram sabu, 9 kilogram ganja, serta 1.350 bungkus pod vaping liquid.
Pemusnahan dilakukan di Mapolrestabes Medan, Kamis (6/8/2026), dipimpin Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak. Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Pemkot Medan, Kejari Medan, Kodim 0201/Medan, BNNP Sumut, Bea Cukai Medan, dan jajaran pejabat utama Polrestabes Medan.
Jean Calvijn mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil penindakan terhadap jaringan narkoba internasional maupun nasional, termasuk penggerebekan barak narkoba, loket peredaran narkoba, hingga tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan narkotika.
“Ada dua fokus utama, yaitu penindakan terhadap barak dan loket narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan, serta tempat hiburan malam yang dijadikan lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” kata Jean.
Selama 300 hari kerja, Polrestabes Medan mengungkap 1.187 kasus narkotika. Jumlah itu naik 85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 641 kasus.
Rinciannya, sebanyak 376 kasus diungkap pada 100 hari pertama, 380 kasus pada 100 hari kedua, dan meningkat menjadi 431 kasus pada 100 hari ketiga.
“Kalau dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ada peningkatan 546 kasus atau sekitar 85 persen. Ini capaian yang sangat signifikan,” ujarnya.
Dari seluruh pengungkapan tersebut, polisi menangkap 1.434 tersangka. Barang bukti yang disita mencapai sekitar 260 kilogram sabu, 67 kilogram ganja, hampir 95 ribu butir ekstasi, sekitar 22 ribu butir Happy Five, serta ribuan pod vaping liquid.
Jean menyebut tren peredaran pod vaping liquid mengandung etomidate juga mengalami peningkatan. Hingga kini, Polrestabes Medan telah menyita hampir 5.000 cartridge, sekitar 13 ribu perangkat (device), 215 saset ketamin cair dan serbuk, serta 60 botol barang bukti lainnya.
Ia juga mengungkap tiga wilayah dengan pengungkapan kasus narkotika tertinggi selama 300 hari terakhir, yakni Polsek Medan Tembung, Polsek Medan Sunggal, dan Polsek Medan Kota.
“Tingginya pengungkapan menunjukkan wilayah tersebut juga masih menjadi daerah dengan potensi peredaran narkoba yang tinggi. Karena itu saya minta jajaran terus meningkatkan pencegahan dan penindakan,” tegasnya.





