MEDAN , TOPINFORMASI.com
Jembatan Perintis atau Jembatan Gantung Garuda resmi beroperasi dan kembali menghubungkan Kecamatan Medan Polonia dengan Kecamatan Medan Maimun, Selasa (28/7). Kehadiran jembatan tersebut mengakhiri keterisolasian akses warga yang sempat berlangsung selama beberapa bulan akibat putusnya jembatan lama.
Peresmian jembatan di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia, dihadiri Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, jajaran TNI AD, serta masyarakat setempat.
Jembatan gantung sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter itu dibangun dalam waktu 51 hari. Pengerjaannya melibatkan sekitar 20 personel melalui kolaborasi antara Kodam I/Bukit Barisan, Pemerintah Kota Medan, dan masyarakat dengan dukungan pemerintah pusat.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa mengatakan pembangunan jembatan merupakan respons atas kebutuhan masyarakat yang kehilangan akses penghubung setelah jembatan lama terputus.
“Jembatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan akses jalan yang lebih baik. Beberapa bulan lalu jembatan ini terputus sehingga anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi masyarakat harus memutar cukup jauh,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga jembatan yang memiliki kapasitas beban maksimal empat ton tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Apabila kondisi ramai, kapasitas pengguna harus diatur. Kami berharap jembatan ini bermanfaat dan masyarakat ikut merawatnya. Jika terjadi kerusakan akibat bencana alam atau hal lainnya, segera laporkan agar dapat segera diperbaiki,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyebut keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena selama puluhan tahun menjadi jalur utama mobilitas warga di kedua kecamatan.
Sebelum jembatan baru selesai dibangun, warga, termasuk para pelajar, terpaksa menyeberangi sungai melalui pipa di sisi jembatan yang rusak. Aksi itu sempat menjadi perhatian publik karena dinilai membahayakan keselamatan.
“Itu sangat membahayakan. Ini menjadi pesan bagi kami bahwa pemerintah harus merespons secara cepat. Alhamdulillah, berkat koordinasi dan sinergi bersama TNI, jembatan ini selesai dalam waktu lima minggu. Ini bukti kerja nyata untuk masyarakat Kota Medan,” kata Rico.
Keberadaan Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah akses pendidikan bagi pelajar, serta mendukung pemulihan aktivitas ekonomi warga di kawasan Medan Polonia dan Medan Maimun.



