Jakarta , TOPINFORMASI.com
Co-Founder Forum Intelektual Muda (FIM) sekaligus pengamat kebijakan publik Muhammad Sutisna menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap tata kelola perdagangan nasional guna menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik yang semakin dinamis.
Menurut Sutisna, kebijakan perdagangan nasional perlu diarahkan agar lebih adaptif, mampu melindungi industri dalam negeri, serta berorientasi pada penguatan kedaulatan ekonomi.
Ia mengatakan reformasi kebijakan perdagangan juga harus dibarengi dengan mitigasi yang tangguh dan responsif sehingga mampu mempercepat pemulihan ekonomi nasional seiring dengan perbaikan ekonomi global.
“Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perdagangan agar mesin ekonomi Indonesia dapat bergerak lebih cepat mengikuti pemulihan ekonomi dunia,” kata Sutisna di Jakarta, Selasa.
Dalam pandangannya, perubahan tersebut membutuhkan figur yang memiliki pengalaman, kredibilitas, serta rekam jejak dalam mengembangkan sektor riil.
Sutisna menyebut mantan Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi sebagai salah satu sosok yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin sektor perdagangan apabila Presiden melakukan penyegaran kabinet.
“Kalau kami ditanya siapa sosok yang mampu mengubah wajah perdagangan nasional, tentu figur yang memiliki pengalaman seperti Harvick Hasnul Qolbi. Pengalamannya saat menjadi Wakil Menteri Pertanian hingga Pelaksana Tugas Menteri Pertanian dinilai berhasil meningkatkan produktivitas UMKM berbasis komoditas pertanian di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman Harvick di sejumlah organisasi, seperti Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dinilai menjadi modal untuk menjembatani kepentingan perdagangan domestik dan global.
Selain itu, Sutisna berpendapat Harvick memiliki potensi untuk membantu pemerintah menghadapi dampak perang tarif internasional yang memengaruhi harga komoditas ekspor Indonesia.
Menurut dia, kebijakan perdagangan juga perlu diarahkan untuk memperkuat perlindungan terhadap industri nasional sekaligus mendorong peningkatan ekspor produk bernilai tambah guna menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan.
“Harvick merupakan salah satu figur yang kami nilai tepat untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya di sektor perdagangan,” kata Sutisna.



