Lingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

Dari Tapal Batas Indonesia untuk Generasi Bangsa: Imigrasi NTT Berdampak, Berkarya, dan Berbagi

8
×

Dari Tapal Batas Indonesia untuk Generasi Bangsa: Imigrasi NTT Berdampak, Berkarya, dan Berbagi

Sebarkan artikel ini

Belu ,TOPINFORMASI.COM – Senyum bahagia terpancar dari wajah anak-anak perbatasan Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, saat menerima bantuan buku dan alat tulis dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kantor Imigrasi Atambua, Kamis (07/05/2026).
Kegiatan sosial yang berlangsung di wilayah Pos Lintas Batas Tradisional (PLBT) Turiskain tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara di tapal batas Republik Indonesia, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan, tetapi juga dalam mendukung pendidikan dan masa depan generasi bangsa.

Di sela kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Kabupaten Belu, tepatnya di PLBT Turiskain, PLBT Builalu, dan Pos Imigrasi Lakmaras, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, didampingi Plh. Kepala Kantor Imigrasi Atambua, Nursetya, bersama jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi NTT menyempatkan diri berbagi bersama anak-anak sekolah di kawasan perbatasan Turiskain.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis dan sosial jajaran imigrasi dalam mempererat rasa kebangsaan masyarakat di wilayah terdepan NKRI. Bantuan berupa buku tulis dan alat tulis diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak-anak perbatasan agar tetap semangat belajar dan meraih cita-cita.

“Negara hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat anak-anak perbatasan membutuhkan semangat untuk belajar dan meraih cita-cita setinggi langit Indonesia,” ujar Saroha Manullang.

Ia menjelaskan, kegiatan berbagi tersebut muncul secara spontan setelah dirinya bersama rombongan melakukan kunjungan kerja hingga malam hari dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, anak-anak, serta petugas imigrasi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, Pos Lintas Tradisional (PLBT) Haumeniana, serta Pos Imigrasi Kefamenanu dan Aplasi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, secara terpisah menyampaikan bahwa pembagian alat tulis tersebut diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional masyarakat perbatasan dengan petugas imigrasi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sejak dini.
“Anak-anak perbatasan adalah garda terdepan masa depan bangsa. Mendidik mereka berarti menjaga kedaulatan Indonesia untuk generasi yang akan datang,” ungkap Arvin.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar membagikan buku dan alat tulis, melainkan menjadi pesan kuat bahwa negara hadir, negara peduli, dan negara tidak pernah melupakan masyarakat yang tinggal di ujung terdepan Indonesia.
Bagi anak-anak Desa Maumutin–Turiskain, momen tersebut menjadi penyemangat baru untuk terus belajar, bertumbuh, dan mengejar cita-cita mereka. Senyum tulus dan rasa haru yang terpancar dari wajah anak-anak perbatasan itu juga menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran imigrasi untuk terus bekerja, berkarya, berbakti, sekaligus berbagi kepada masyarakat.

“Melihat kebahagiaan mereka menjadi oase dan penyemangat bagi kami untuk terus bekerja dengan baik, berkarya, berbakti sambil berbagi,” tutup Saroha penuh haru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *