Berita Utama & HeadlineLingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

Kapolsek Delitua Gemar Pimpin Apel, Tapi Maling Berkeliaran, Seorang Remaja Jadi Korban Diduga Kena Begal Modus Tuduh Lakukan Penganiayaan..!!

8
×

Kapolsek Delitua Gemar Pimpin Apel, Tapi Maling Berkeliaran, Seorang Remaja Jadi Korban Diduga Kena Begal Modus Tuduh Lakukan Penganiayaan..!!

Sebarkan artikel ini

MEDAN,TOPINFORMASI.COM – Memang aneh sosok Perwira Pertama Polisi (Pama) Polri, sebut saja AKP Kenedy Sitompul, yang diberi amanah memimpin Polsek Delitua sejak April 2026 lalu.

Sosoknya terlihat sangat gemar memimpin apel di satuan. Bahkan, kegiatan apel tersebut hampir rutin dilakukan dalam sepekan bersama jajaran personel Polsek Delitua.

Namun ironisnya, bukannya wilayah hukum yang dipimpinnya semakin aman, justru aksi kejahatan dinilai semakin marak terjadi.

Contoh terbaru dialami seorang remaja di bawah umur bernama Heri Febri Yadi (13), yang diduga menjadi korban perampokan sepeda motor di Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Akibat kejadian itu, sepeda motor jenis Honda Beat yang dikendarai korban dibawa kabur oleh komplotan pelaku.
Ibu korban, Maya, mengatakan peristiwa yang diduga modus pembegalan tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, anaknya sedang mengendarai sepeda motor untuk membeli minyak tanah. Setibanya di Jalan Kolam, korban dihampiri tiga orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.

Para pelaku kemudian mencegat korban dan menanyakan lokasi lapangan futsal LM. Namun korban mengaku tidak mengetahui lokasi yang dimaksud.

Tak lama kemudian, para pelaku menjelaskan bahwa kakak mereka ditampar seseorang yang mengendarai sepeda motor mirip milik korban. Korban lalu diminta ikut guna memastikan kejadian tersebut.

Karena merasa tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan, korban akhirnya mengikuti para pelaku menuju Jalan Perwira, Delitua.

Dalam perjalanan, korban mengendarai motornya sendiri, sementara dua pelaku lainnya berboncengan menggunakan sepeda motor berbeda.

Sesampainya di lokasi, pelaku meminta korban memarkirkan kendaraannya dan naik ke sepeda motor pelaku dengan alasan ingin menunjukkan kondisi kakaknya yang disebut telah ditampar.

Sementara satu pelaku lainnya mengambil kunci motor korban dengan alasan menjaga kendaraan tersebut.

Tak jauh dari lokasi parkir, korban yang dibonceng kemudian disuruh turun dan diminta menunggu sebentar.

Namun setelah sekitar lima menit menunggu tanpa kepastian, korban berjalan kaki kembali ke lokasi motornya diparkir.
Betapa terkejutnya korban ketika mendapati sepeda motornya sudah tidak ada. Pelaku yang sebelumnya mengaku menjaga kendaraan juga ikut menghilang.
“Anak saya semacam dituduh menampar keluarganya, habis itu disuruh ikut. Setelah ikut, sepeda motornya dibawa kabur sama pelaku,” ujar Maya kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Usai kejadian tersebut, pihak keluarga langsung membuat laporan ke Polsek Delitua dengan nomor laporan: LP/B/228/VI/2026/Polsek Deli Tua.

Pihak keluarga berharap polisi segera menangkap para pelaku dan menemukan kembali sepeda motor milik korban.

“Sudah melapor. Yang melapor itu kakak saya,” terang Maya.

Sementara itu, Kapolsek Delitua AKP Kenedy Sitompul yang dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WhatsApp pada Selasa (2/6/2026), mengaku belum mengetahui adanya peristiwa tersebut.
“Belum tahu saya, kapan kejadiannya itu ya,” ujar Kenedy singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *