Lingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

Viral di Medsos Tuding Oknum TNI Kelola Judi Bangun Purba, Kodim DS: Isu Judi Dadu Hanya Narasi ‘Menjatuhkan Nama Baik Institusi TNI AD’

11
×

Viral di Medsos Tuding Oknum TNI Kelola Judi Bangun Purba, Kodim DS: Isu Judi Dadu Hanya Narasi ‘Menjatuhkan Nama Baik Institusi TNI AD’

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang ,TOPINFORMASI.COM – Kabar miring yang sempat viral di media sosial, khususnya di platform TikTok, terkait dugaan keterlibatan oknum TNI Angkatan Darat dalam aktivitas perjudian dadu putar di Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, akhirnya menemui titik terang.

Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, tuduhan tersebut dipastikan tidak berdasar dan diduga sengaja diembuskan untuk kepentingan tertentu yang berpotensi mencoreng nama baik institusi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Pada Sabtu (25/4/2026), tim dari Kodim 0204/Deli Serdang diterjunkan untuk menyisir lokasi yang dituduhkan di Desa Bandar Meriah. Hasilnya, aktivitas perjudian dadu putar yang dinarasikan sebagai kegiatan masif tersebut diketahui telah berhenti total sejak sekitar dua minggu lalu.

Seorang warga setempat, Sopian Saragih, yang berprofesi sebagai pedagang keliling, menjelaskan bahwa permainan dadu yang sempat muncul bukanlah aktivitas terorganisir atau berada di bawah bekingan aparat militer, melainkan bagian dari fenomena sosial-budaya yang sesekali terjadi di tengah masyarakat.

“Sudah tutup dua minggu. Perlu dipahami, bagi kami suku Karo, permainan seperti itu kadang muncul spontan di warung kopi saat ada pesta adat atau suasana tertentu. Itu tradisi, bukan operasi besar yang dikelola oknum tentara,” ujarnya.

Klarifikasi juga mengarah pada sosok Koptu Esron Saragih, yang namanya sempat diseret dalam narasi viral. Berdasarkan fakta di lapangan, kehadirannya di lokasi memiliki alasan personal, yakni sebagai putra asli Desa Bandar Meriah. Warung kopi yang disebut-sebut sebagai lokasi judi diketahui merupakan milik keluarganya sendiri.

“Hanya karena dia sering datang ke warung kakaknya, lalu muncul asumsi negatif. Padahal itu kampung halamannya sendiri. Tuduhan bahwa dia membekingi adalah fitnah,” ungkap Sahat Ketaren, petani setempat yang turut menjadi narasumber.

Lebih jauh, penyelidikan mengungkap adanya indikasi bahwa pemberitaan yang beredar di media sosial dan sejumlah platform digital mengandung narasi sepihak tanpa verifikasi kuat. Bahkan, terdapat dugaan upaya sistematis untuk menjatuhkan citra institusi TNI AD dengan mencatut nama besar lembaga tersebut agar menarik perhatian publik.

Dari hasil analisa lapangan, disebutkan bahwa pihak yang diduga mengendalikan aktivitas tersebut justru berasal dari kalangan sipil berinisial TG, seorang pengusaha kelapa sawit dari wilayah sekitar, bukan dari unsur militer.

Dengan terungkapnya fakta-fakta tersebut, informasi yang sempat viral dipastikan tidak akurat. Situasi di Kecamatan Bangun Purba saat ini dalam kondisi aman dan kondusif. Sementara itu, pihak-pihak yang namanya sempat dicatut tengah mempertimbangkan langkah hukum guna memulihkan nama baik dari tuduhan yang dinilai tidak berdasar.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *