Berita Utama & HeadlineNasionalPeristiwa

Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan, Anak Anggota DPRD Tebing Tinggi

19
×

Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan, Anak Anggota DPRD Tebing Tinggi

Sebarkan artikel ini

Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan, Anak Anggota DPRD Tebing Tinggi

TOPINFORMASI. COM,Medan – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Maria Naibaho (22) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Jumat (13/3/2026). Korban diketahui merupakan anak dari anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Mangatur Naibaho.

Mangatur Naibaho membenarkan kabar meninggalnya putrinya tersebut. Ia mengaku mendapat informasi mengenai kematian Maria pada Kamis malam.

“Benar, anak saya. Semalam kami dapat informasi Maria meninggal dunia,” ujar Mangatur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, Maria sempat mengeluh sakit demam kepada keluarganya melalui pesan WhatsApp.

“Selasa kemarin mamanya dihubungi lewat WA, dia mengeluh demam,” katanya.

Jenazah Maria telah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Saat ini, jenazah sedang dalam perjalanan menuju rumah duka untuk disemayamkan.

“Sudah selesai autopsi, ini masih di jalan pulang dari RS Bhayangkara,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung Ras Maju Tarigan mengatakan pihak kepolisian masih mendalami penyebab kematian korban dan menunggu hasil autopsi.

“Penyebabnya masih didalami. Kita tunggu hasil autopsinya,” ujar Ras Maju.

Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan pada Kamis malam setelah pacar korban datang ke kos untuk menemuinya. Saat itu pintu kamar dalam kondisi terkunci dan korban tidak merespons panggilan.

Merasa curiga, pacar korban kemudian memanggil beberapa orang lainnya. Mereka mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, sehingga memutuskan untuk mendobrak pintu.

Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas tempat tidur dengan kondisi hanya mengenakan sarung tanpa pakaian.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik kos dan diteruskan ke pihak kepolisian. Personel Polsek Medan Tembung bersama tim Inafis segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, berdasarkan keterangan saksi, korban memang sempat menghubungi orang tuanya pada Selasa (10/3/2026) dan mengaku sedang mengalami demam.

“Secara kasat mata tidak ada tanda kekerasan. Tapi memang Selasa sore korban sempat menelepon orang tuanya dan mengatakan sedang sakit demam. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” jelas Ras Maju.

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *