Berita Utama & HeadlineHukum & KriminalLingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

Akibat Blackout dan Minimnya Ventilasi Udara, 2 Karyawan Toko Aksesoris Handphone Meninggal Dunia

12
×

Akibat Blackout dan Minimnya Ventilasi Udara, 2 Karyawan Toko Aksesoris Handphone Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Batubara,TOPINFORMASI.COM  – Diduga akibat pemadaman listrik massal (blackout) serta minimnya ventilasi udara di dalam toko, empat karyawan toko aksesoris handphone Indrapura ACC di Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara mengalami keracunan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari asap genset.

Dalam peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu (23/5/2026) itu, dua korban dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya kritis dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bidadari.

Korban meninggal diketahui berinisial AA (22) dan RR (24). Sedangkan dua korban selamat masing-masing berinisial M (22) dan DCA (17). Keempatnya diketahui tidur di dalam ruko tempat mereka bekerja karena tempat tinggal mereka berada di luar daerah.

Diduga kuat, para korban menghirup asap genset yang mengandung gas karbon monoksida beracun tanpa warna dan tanpa bau. Kondisi ventilasi ruangan yang minim membuat gas tersebut memenuhi ruangan dan membahayakan para korban saat sedang beristirahat.

Kapolsek Air Putih, Rahmad Hutagaol, saat dikonfirmasi pada Senin (25/5/2026), menjelaskan bahwa peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang karyawan lain bernama Dinda Selvira Manalu yang datang bekerja sekitar pukul 08.00 WIB. Namun saat tiba di lokasi, toko masih dalam keadaan tertutup dan tidak ada respons dari para karyawan di dalam.

“Korban dihubungi melalui telepon tetapi tidak menjawab. Karena curiga, saksi kemudian menghubungi pemilik toko,” ujar Rahmad.

Pemilik toko, Edo Setiawan, kemudian meminta bantuan warga untuk membuka paksa pintu ruko. Setelah pintu berhasil dibuka, keempat korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam toko.

Polisi bersama warga langsung mengevakuasi seluruh korban ke RS Bidadari. Namun nahas, dua korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi menduga kuat para korban keracunan asap genset yang dihidupkan selama pemadaman listrik berlangsung.

“Genset berada di dalam toko dan ventilasi udara sangat minim. Diduga asap genset terhirup para korban saat mereka berada di kamar,” jelas Kapolsek.

Seluruh korban diketahui merupakan warga sekitar Kota Tebing Tinggi dan Kecamatan Pesisir atau Pis-pis yang bekerja di toko tersebut. Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Meski demikian, pihak keluarga korban dan pemilik toko disebut telah berdamai. Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *