Wamen ATR/BPN Minta Pejabat Administrator Jadi Arsitek Perubahan Pelayanan Publik

Ossy menyampaikan materi bertajuk "Memimpin Perubahan, Membangun Institusi yang Dipercaya, Melayani dengan Hati, dan Mempersiapkan Masa Depan Indonesia" kepada ratusan peserta PKA Tahun 2026.

Jakarta , TOPINFORMASI.com

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Ossy Dermawan mengajak para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026 menjadi pemimpin perubahan yang mampu mendorong transformasi di setiap unit kerja guna meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan dan tata ruang kepada masyarakat.

Dalam pengarahan yang disampaikan secara daring pada Senin, Ossy menegaskan bahwa peran Pejabat Administrator tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing.

“Administrator bukanlah manajer rutinitas. Administrator harus menjadi arsitek perubahan di unit-unit kerja yang ada. Kalau administrator tidak bergerak, perubahan hanya akan berhenti di atas kertas. Namun, ketika administrator bergerak, perubahan akan terasa hingga loket pelayanan BPN yang paling depan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ossy menyampaikan materi bertajuk “Memimpin Perubahan, Membangun Institusi yang Dipercaya, Melayani dengan Hati, dan Mempersiapkan Masa Depan Indonesia” kepada ratusan peserta PKA Tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa seluruh upaya transformasi yang dilakukan Kementerian ATR/BPN bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik melalui organisasi yang adaptif, berintegritas, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat.

“Kita sedang membangun sebuah institusi yang semakin dipercaya masyarakat melalui pelayanan yang semakin mudah, organisasi yang semakin adaptif, dan integritas yang semakin kuat,” katanya.

Menurut Ossy, transformasi tidak cukup dilakukan melalui pembenahan sistem dan pemanfaatan teknologi semata, tetapi juga harus ditopang oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki pola pikir terbuka terhadap perubahan.

Karena itu, setiap Pejabat Administrator diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu membangun budaya kerja adaptif, profesional, dan berintegritas di lingkungan kerjanya.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat dibangun dari kualitas pelayanan yang diberikan setiap hari.

BACA JUGA  Pemerintah Siapkan Denda bagi Pelaku Alih Fungsi Lahan Sawah

“Kepercayaan masyarakat dibangun melalui jutaan pelayanan yang kita berikan setiap hari. Satu pelayanan yang buruk dapat menghapus kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun,” ujar Ossy.

Wamen ATR/Waka BPN optimistis transformasi Kementerian ATR/BPN akan menjadi gerakan nyata apabila seluruh peserta PKA kembali ke unit kerja masing-masing dengan komitmen kuat untuk menghadirkan perubahan.

Menurut dia, perubahan tersebut akan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan publik, birokrasi yang profesional, penguatan kepastian hukum di bidang pertanahan dan tata ruang, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER