Medan , TOPINFORMASI.com
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan membongkar sekaligus memusnahkan sebuah barak yang diduga menjadi sarang peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kawasan bantaran sungai Klambir V, Medan, Selasa (28/7/2026) malam. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pengedar berinisial FS, sementara beberapa pelaku lainnya berhasil melarikan diri.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dan melakukan penyelidikan terkait aktivitas peredaran narkoba di lokasi tersebut.
Menurutnya, akses menuju lokasi penggerebekan cukup sulit karena harus melewati semak belukar dan jalan setapak di bantaran sungai. Kondisi itu dimanfaatkan sejumlah pelaku untuk melarikan diri dengan cara melompat ke sungai saat petugas datang.
“Ada beberapa pelaku yang kabur dengan melompat ke sungai. Akses menuju lokasi ini juga tidak mudah karena kami harus melewati semak belukar dan jalan setapak. Namun, kami tetap berhasil meringkus seorang pengedar berinisial FS,” kata AKBP Rafli Yusuf Nugraha kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Dari lokasi, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa satu paket diduga narkotika jenis sabu, puluhan alat hisap sabu (bong), ratusan plastik klip kosong yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika, serta sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.
Usai melakukan penggeledahan, petugas kemudian membongkar dan membakar seluruh bangunan barak yang diduga dijadikan tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika guna mencegah lokasi tersebut kembali digunakan.
“Barak kami bumihanguskan agar tidak ada lagi praktik serupa di tempat ini,” tegas Rafli.
Dalam proses penindakan, petugas juga sempat mendapat perlawanan dari sejumlah warga yang meminta agar terduga pengedar yang telah diamankan dibebaskan. Meski demikian, aparat tetap menjalankan proses hukum dan membawa tersangka beserta barang bukti.
AKBP Rafli menegaskan, personelnya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menghadapi situasi tersebut, meski sempat mendapat provokasi dari warga.
“Kami sempat dihadang warga, namun kami pastikan tidak akan ada kompromi terhadap segala tindakan yang menghalang-halangi petugas dalam penegakan hukum,” pungkasnya.



