Berita Utama & HeadlineHukum & Kriminal

Korban Penculikan dan Penganiayaan Puluhan Orang Telah Divisum, Bram Masih Raib

13
×

Korban Penculikan dan Penganiayaan Puluhan Orang Telah Divisum, Bram Masih Raib

Sebarkan artikel ini

Danramil 0201-03/Medan Denai: “Sangat Prihatin Akan Hal Ini, Kita Kejar Secara Hukum”

Medan, TOPINFORMASI.COM – Rahmadsyah, korban dugaan penculikan dan penganiayaan sadis yang dilakukan puluhan orang atas perintah seorang pria berinisial GS, telah menjalani visum di RS Bhayangkara Medan, Senin (1/6/2026).

Abang kandung korban, Serka Dedek Andiruka, mengungkapkan bahwa adiknya mengalami luka serius akibat penganiayaan brutal yang dilakukan para pelaku sebelum akhirnya dibuang di depan RS Muhammadiyah Medan.

“Menurut keterangan dokter waktu pertama sekali di RS Muhammadiyah, kepala adik saya terlebih dahulu dipukul menggunakan tongkat bisbol lalu dibacok. Makanya ada retakan di bagian belakang kepala sepanjang sekitar dua sampai tiga sentimeter,” ujar Dedek kepada wartawan, Senin (1/6/2026).

Kasus ini turut mendapat perhatian dari Danramil 0201-03/Medan Denai, Kapten Inf Hendri Sihombing. Ia mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa adik dari salah satu anggotanya tersebut.

“Sangat prihatin akan hal ini. Kita monitor dan kita kejar secara hukum,” tegas Kapten Hendri Sihombing.

Perwira TNI yang baru sekitar empat bulan bertugas di Koramil 0201-03/Medan Denai, Jalan Bromo Medan itu menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan kasus tersebut.

Sebelumnya, belum ditangkapnya para pelaku penculikan dan penganiayaan terhadap Rahmadsyah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya warga sekitar lokasi kejadian di kawasan Jermal. Warga mengaku semakin tidak nyaman karena para pelaku yang disebut-sebut merupakan suruhan GS masih bebas berkeliaran.

Sejumlah warga bahkan mulai melontarkan slogan “Percuma Lapor Polisi” karena menilai berbagai laporan terhadap GS dan kelompoknya selama ini tidak menunjukkan perkembangan berarti.

“Saya rasa masyarakat sudah terlalu sering mendengar nama GS ditetapkan DPO. Tapi kenyataannya masih berkeliaran dan aktivitasnya masih ada. Banyak laporan masyarakat yang seperti mengambang dan tidak jelas kelanjutannya,” ungkap seorang warga Jermal yang enggan disebutkan namanya, Minggu (31/5/2026).

Hal senada juga disampaikan Ani, warga Jalan Menteng Medan. Ia menilai masyarakat sudah lelah mendengar berbagai kasus yang dikaitkan dengan GS tanpa adanya penindakan tegas.

“Kalau memang serius, buktikan dengan penangkapan. Jangan masyarakat terus disuguhi cerita yang berulang-ulang. Wajar kalau muncul slogan ‘Percuma Lapor Polisi’ di tengah masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa penculikan dan penganiayaan itu terjadi di Jalan Jermal 7 Ujung, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Rahmadsyah disebut diserang sekitar 50 orang lebih yang diduga merupakan anggota salah satu organisasi masyarakat atas suruhan GS. Korban kemudian diculik dan dianiaya hingga mengalami luka bacok di sekujur tubuh dan kepala sebelum akhirnya dibuang di depan RS Muhammadiyah Medan.

Dalam rekaman keterangan korban yang diterima wartawan, Rahmadsyah menyebut beberapa nama pelaku yang diduga terlibat dalam aksi brutal tersebut.

“Yang bacok si Is pakai kelewang, satu lagi yang gondrong agak tua, si Abah, si Ahak juga. Ada sekitar 50 orang. Mereka bilang ini perintah Guntur, perintah ketua,” ucap Rahmadsyah dalam rekaman tersebut.

Tidak hanya Rahmadsyah, seorang pemuda bernama Bram yang disebut merupakan warga Jalan Jermal 7 Komplek Veteran, Kecamatan Medan Denai, juga diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan dalam peristiwa yang sama.

Menurut Dedek, hingga kini Bram belum diketahui keberadaannya. Bahkan beredar informasi bahwa korban mengalami luka parah hingga kehilangan beberapa jari tangan.

“Katanya kondisi Bram sampai putus jari-jari tangannya dan sampai sekarang belum pulang ke rumah. Informasinya masih disekap,” ujar Dedek.

Dedek berharap aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku beserta pihak yang diduga menjadi otak di balik aksi tersebut.

“Kami minta para pelaku dan penyuruhnya segera ditangkap. Kelompok ini sudah sangat meresahkan warga sekitar,” pungkasnya.

Saat ini pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Medan dengan nomor laporan polisi LP/B/2299/V/2026/SPKT/Restabes Medan tertanggal 30 Mei 2026.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *