Berita Utama & HeadlineHukum & KriminalLingkungan, Sosial & OrganisasiNasional

Sadis! 50 Orang Culik dan Bacok Adik Anggota TNI

24
×

Sadis! 50 Orang Culik dan Bacok Adik Anggota TNI

Sebarkan artikel ini

Medan,TOPINFORMASI.COM – Aksi brutal diduga dilakukan sekelompok pemuda yang mengatasnamakan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) terhadap adik seorang anggota TNI, Sabtu malam (30/5/2026). Korban bernama Rahmadsyah (45) diculik dan dianiaya secara sadis hingga mengalami luka bacok di sekujur tubuh.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Jermal VII Ujung, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, sekitar pukul 19.00 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat itu korban sedang berada di rumah kontrakan miliknya. Tiba-tiba sekitar 50 orang pria datang menyerang lokasi dan langsung membawa paksa korban.

Korban kemudian diduga disiksa menggunakan senjata tajam jenis kelewang hingga mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh. Setelah dianiaya, korban dibuang di depan RS Muhammadiyah Medan, Jalan Mandala By Pass.

Dalam rekaman keterangan korban yang diterima wartawan, Rahmadsyah menyebut sejumlah nama yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
“Yang bacok si Is pakai kelewang, satu lagi yang gondrong agak tua, si Abah, si Ahak juga, ada 50 orang. Yang gondrong bilang ‘mati kau Mat, mati kau Mat, ini perintah Guntur, ini perintah Ketua Guntur’,” ujar Rahmadsyah dalam rekaman tersebut.

Abang korban, Serka Dede Andiruka, saat dikonfirmasi pada Minggu (31/5/2026), membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan adiknya diculik, disiksa, lalu dibuang di depan rumah sakit dalam kondisi kritis.
“Saat ini kami sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan. Laporannya ada sama pengacara kami. Sampai jam 5 pagi kami masih di sana,” ungkap Dede.

Dede juga mengaku sempat kesulitan mendapatkan penanganan medis terhadap adiknya. Setelah sempat dirawat di RS Muhammadiyah, korban disebut dirujuk ke RS Bhayangkara namun ditolak. Korban kemudian kembali dibawa ke RS Muhammadiyah dan selanjutnya ke RS Murni Teguh, namun kembali tidak mendapatkan perawatan.

“Akhirnya kami bawa pulang ke rumah kakak kami. Kami juga bingung kenapa sampai ditolak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif maupun identitas para pelaku yang disebut-sebut berjumlah puluhan orang tersebut.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *