Batubara,Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Batubara mengungkap dua kasus peredaran narkotika jenis shabu dalam sehari. Dalam dua pengungkapan yang berlangsung pada Selasa 15/9/2026 tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka beserta barang bukti mencapai sekitar 15 gram brutto. Kamis 17/9/2026.
Pengungkapan pertama berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB di Dusun V, Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh. Petugas mengamankan seorang pria berinisial I (41). Dari tangan I, polisi menyita satu paket besar shabu seberat 4,06 gram brutto dan satu paket sedang seberat 1,19 gram brutto.
Selain itu, petugas turut mengamankan satu unit telepon seluler, kartu joker, serta plastik pembungkus. Dalam pemeriksaan awal, I disebut mengakui barang tersebut berada dalam penguasaannya dan diduga akan diedarkan.
Pengungkapan kedua dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Indrapura, Kabupaten Batubara. Petugas kembali mengamankan dua pria berinisial AB (18) dan MK (15). Dari keduanya, petugas menyita satu plastik klip transparan berisi shabu seberat 9,81 gram brutto, satu unit telepon seluler dan sepeda motor Honda Beat.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, keduanya mengaku barang tersebut akan diantarkan kepada pemesan. Petugas juga menyebut hasil tes urine menggunakan rapid test terhadap keduanya menunjukkan hasil positif narkotika jenis shabu.
Kasat Resnarkoba Polres Batubara AKP Arifin Purba, mengarahkan personel untuk terus meningkatkan pemberantasan peredaran narkotika serta mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lain.
Ketiga orang yang diamankan bersama barang bukti kini menjalani proses penyidikan di Satresnarkoba Polres Batubara. Barang bukti yang diduga narkotika selanjutnya akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan.
Atas perkara tersebut, penyidik memproses para tersangka berdasarkan Pasal 609 ayat (2) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Polres Batubara juga menyatakan akan menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.(dr)


